Asrofi – Blogger Semarang

Blogger Kendal Semarang Jawa Tengah

Peneliti dan Mantan Tahanan Membeberkan Kekejaman Penjara Zionis-Israel

Seorang peneliti masalah tahanan sekaligus mantan tahanan penjara Israel Abdul Naser Farwanah membeberkan kekejaman penjara Zionis-Israel, sesuai apa yang dialaminya selama dipenjara dan hasil penelitiannya.

Ia mengungkapkan, sekitar 70 tahanan Palestina syahid di penjara Zionis akibat siksaan, sejak tahun 1967. Ratusan orang lainnya syahid di luar penjara setelah dibebaskan, karena efek dari siksaan selama dipenjara. Selain itu, ribuan orang menderita berbagai penyakit permanen setelah dibebaskan, akibat kejamnya siksaan selama di penjara.

Dalam rangka memperingati Hari Anti Penyiksaan Internasional pada Jumat hari ini (26/6/09) ia mengatakan, “Penyiksaan di penjara Yahudi bukanlah perlakuan khusus, namun merupakan perlakuan tetap sejak awal penjajahan. Kemudian penyiksaan itu berkembang seiring berjalannya waktu, hingga menjadi sebuah sistem dalam berinteraksi dengan para tahanan Arab dan Palestina.”

Farwanah menambahkan, “Yahudi adalah satu-satunya negara yang melegalkan penyiksaan penjara dalam bentuk undang-undang negara. Mereka menafikan semua perjanjian dan ketentuan internasional yang melarang penyiksaan, bahkan memvonisnya sebagai tindak kriminal.” Undang-undang yang melegalakan penyiksaan ini ditetapkan oleh Knesset pada tahun 1987.

Farwanah menjelaskan, “Siksaan di penjara Yahudi bertujuan untuk menghancurkan kepribadian warga Palestina, menghacurkan jasad dan jiwanya, mengubah sikapnya, cara berfikirnya, dan gaya hidupnya.”

Ia membeberkan, “Siksaan merupakan tindak kriminal yang dilakukan oleh seluruh pihak penjara, mulai dari penjaganya, pegawai penjara, pihak yang mengintrogasi, hingga dokter dan perawat juga melakukan penyiksaan.”

Farwanah menjelaskan juga, bahwa setiap tahanan pasti mengalami penghinaan keji dan tidak manusiawi. Mulai dari bentakan, tangan diikat, mata ditutup, berdiri dalam waktu yang sangat lama, atau duduk di bawah terik matahari dalam kondisi kritis, dipukul dan ditendang. 89% tahanan tidak diizinkan tidur. 94% dipaksa untuk berdiri dalam waktu yang lama. 68% disiksa dengan suhu dingin dan panas, sesuai kondisi cuaca.

Farwanah menambahkan, “Selain itu tahanan juga mengalamai pelecehan seksual, ditelanjangi, diancam perkosa, diperkosa, disiksa dengan arus listrik, dan dipukul pada bagian tubuh yang terluka.”

Diakhir penjelasannya Farwanah menyeru seluruh badan dan organisasi nasional maupun internasional yang terluka dengan nasib saudaranya di Palestina, untuk merapatkan barisan dan menyatakan sikap secara resmi dan tindak proaktif menolak kekejaman Zionis, dan menyebarkan informasi tentang kekejaman tersebut melalui berbagai cara dan media. (sn/ikh)

Diambil dari Eramuslim.com tanpa merubah sedikitpun.

Boikot Israel

oleh Nuniek Miyasaka

Gaza makin berdarah. Saudara-saudara muslim kita syahid berguguran. Kita semua di sini menontonnya dengan geram dan memutar otak apa yang bisa kita perbuat. Banyak yang tidak puas dengan menyumbangkan uang.

Tapi mengangkat senjata masih takut, mau pergi ke sana tak ada biaya. Yang paling bisa kita lakukan saat ini adalah berdo’a, memberi bantuan dana kemanusian, menyerukan dukungan untuk Palestina, menyebarkan informasi tentang penderitaan Palestina, dan yang tak kalah pentingnya adalah ‘boikot’.

Ternyata tak semua muslim memiliki pemikiran yang sama dengan ide ‘ boikot’ ini. Ada yang berfikir boikot adalah senjata makan tuan ( alias akan banyak pengangguran ). Ada yang beralasan kita masih tergantung produk Amerika. Sampai ada yang beralasan belum ‘rela’ untuk meninggalkan minuman kesayangannya ‘coca cola ‘ ataupun makanan kesayangannya’ Mac. Donald’. Enak sih

Padahal ini salah satu cara kita yang paling lemah dalam memerangi zionis.

Seperti yang kita tahu , sebagian besar persentase budget negara Amerika adalah untuk militer. Jadi dengan uangnya itu Amerika bisa menggerakkan militernya. Dan sebenarnya Amerika sendiri bukan pendukung agama . Mereka Kristen, bahkan Jesuspun diburu oleh Yahudi.
Tapi sektor-sektor penting perekonomian Amerika dipegang oleh orang Amerika yang beragama Yahudi. Sehingga mereka berpengaruh sampai ke politik, media, dan lain-lain.

Betapa berpengaruhnya ‘ uang ‘ pada perdamaian Timur tengah ini juga disampaikan Michael Moore, seorang sutradara sekaligus penulis dalam bukunya ‘ Stupid White Men’ yang menjadi bestseller di Amerika.

Dalam bukunya, Michael Moore menulis, “… berhenti mengucurkan uang (untuk Israel) dan mulai menyelesaikan konflik dengan dua kubu ( tanpa memihak satupun ) untuk menghentikan kekerasan.”
Ia juga mengatakan dalam bukunya ,” …pemerintah Amerika harus mengancam Israel untuk menghentikan agresinya dalam 30 hari atau Amerika menghentikan dananya untuk Israel. Aksi teroris yang dilakukan perorangan ( bom bunuh diri Palestina ) adalah hal yang buruk, tapi aksi teroris yang dilakukan negara ( Israel ) adalah sungguh-sungguh buruk …Anda dan saya ( warga Amerika ) dan jutaan pembayar pajak lainnya tanpa sadar menyumbang uang untuk agresi Israel. Agresi yang tidak akan ada jika 4 sen dari setiap paycheck kita tidak diambil guna membeli peluru-peluru yang mengisi senjata-senjata Israel untuk membunuhi anak-anak Palestina. Kalau Israel tetap ingin uang dollar kita, Israel harus diberi waktu satu tahun untuk bekerjasama dengan Palestina untuk mendirikan negara bernama ‘PALESTINA’ .
Amerika harus mengucurkan dananya untuk Palestina dua kali lipat dari jumlah dana yang selama ini dikucurkan untuk Israel dengan cara ‘ Marshal plan ‘ ( sumbangan langsung untuk membangun infrastruktur Palestina ).”

Sebenarnya Penduduk Amerika sendiri banyak yang tidak setuju dengan keputusan pemerintahnya, cuman mereka tidak terkoordinir, mereka lebih kalahdengan pemutarbalikan informasi yang dilakukan , sebagai contoh Michael  hearts dan Michael Moore tersebut–Asrofi

Seperti yang kita ketahui, dana Amerika untuk negara-negara asing yang paling besar adalah untuk Israel. Bukan Afrika atau negara miskin lainnya. Dan Israel ini dananya bukan cuma dari Amerika tapi juga dari seluruh pengusaha Yahudi yang tersebar di dunia. Tapi ingat, zionis ini tidak bisa berkutik tanpa uang. Itulah yang melatarbelakangi ide boikot.

Tapi tentunya saudara saudara kita yang lain juga punya pertimbangan dan pendapat yang berbeda. Salah satu alasan ‘ senjata makan tuan’ atau banyaknya pengangguran di negara sendiri karena boikot, juga menjadi salah satu ke ’tidak pede’-an yang masuk akal. Tapi, andaikan semua negara Islam bersatu . Karena kuncinya, yaitu persatuan negara negara Islam. Terutama negara negara timur tengah yang kaya. Sulit untuk menutup atau membuat bangkrut perusaan-perusahaan pembantu zionis begitu saja tanpa adanya kerja sama dari negara negara kaya di Timur Tengah.

Tapi kalau saja Saudi Arabia dan negara negara kaya Islam bersatu, menentang Amerika tanpa malu-malu atau takut, semua jadi mungkin. Tak usahlah Saudi Arabia ikut-ikutan boikot. Coba tutup saja satu korporasi dengan Amerika. Sebut saja minyak. Wah, itu sudah membuat perubahan besar . Dan kalau kiblat umat Islam ini berbuat demikian, negara sekitarnya akan jadi pede juga.

Apalagi kalau Saudi Arabia berani memutuskan perdagangan dengan perusahaan zionis-Amerika. Lalu bersama-sama memecahkan masalah di atas meja dengan semua negara Islam. Mengucurkan dana mereka untuk perubahan itu. Kita negara negara Islam ganti produk-produk zionis dengan produk non Zionis. Insya Allah, Jepang, Perancis, Jerman, Rusia, Cina, dan lain-lain, mereka akan berebutan masuk kepasaran kita . Berebut menarik perhatian kita. Bersaing dengan mutu mereka dan harga mereka.

Dan kalau saja negara Islam bersatu, bukan saja memperkuat negara-negara Islam, tapi juga perekonomian Asia. Memang pasti pada awalnya akan ada yang harus dikorbankan. Tapi kalau kunci-kunci negara Islam bersatu, mengucurkan dana untuk perubahan tersebut, kerugiannya bisa berkurang. Dan insya Allah seterusnya akan berdampak postif bagi negara-negara Islam dan Asia sendiri.

Kalau kita terus di sini, tidak bergerak dan menganggap bahwa kenyataan adalah bergantung pada produk dan perusahaan zionis-Amerika, yah di sinilah kita seterusnya. Memang tidak ada yang akan kehilangan pekerjaan. Sebaliknya, bahkan karyawan kita akan semakin banyak. Bekerja memakmurkan perusahaan zionis. Dan zionis akan semakin diuntungkan, umat Islam semakin diinjak-injak.

Semoga Allah memberikan kita umat Islam kekuatan dan keberanian untuk bersatu. Dan Palestina, hati kami selalu bersamamu…

Turut berduka cita atas meninggalnya masyarakat sipil tidak berdosa di Palestine

Sudah begitu banyak korban masyarakat sipil tidak berdosa di bumi Palestina, akan tetapi masih belum ada dukungan yang jelas untuk Palestina dari negara manapun, dalam hal ini dukungan secara Politik dan Militer, bahkan negara-negara Arab yang ngakunya negara islam pun justru kelihatan berdiam diri…. kok begini ya nasib orang islam?…

Sebuah pertanyaan untuk seluruh masyarakat di dunia
Apakah kita masih  tetap percaya dengan Israel dan Amerika (terutama Keluarga Bush dan kroninya) sebagai manusia yang baik?

Pertanyaan untuk ummat muslim
Kenapa pemerintah-pemerintah negeri Arab terdiam saja dan terkesan membiarkan pembantaian rakyat Palestine?
Apakah kita masih percaya dengan pemimpin2 negeri Arab sebagai orang baik?
Kenapa hanya Presiden Iran saja yang mengutuk kejahatan Israel?

Pertanyaan buat masyarakat Indonesia
Apakah Pemimpin kita (Pemerintah Indonesia) juga terdiam saja melihat saudara2nya di Palestine dibantai dengan kejam? Masih takutkah dengan Amerika?

Pertanyaan buat parpol-parpol islam
Mana suara anda? parpol kan hanya bisa beruara.. kenapa ga bersuara sebagaimana suara pemimpin PKS (Partai Keadilan Sejahtera) ?

Pertanyaan buat kita bersama:
Sudahkah kita melakukan sedikit saja niat baik kita untuk saudara2 kita di Palestine? Sudahkah berdoa untuk mereka hari ini? Sudahkah kita sumbangkan dana buat korban2 di sana? Sudahkah kita menolak kejahatan Israel ini dengan cara kita?

Sampaikan pertayaan-pertanyaan ini ke semua daftar kenalan anda !