Asrofi – Blogger Semarang

Blogger Kendal Semarang Jawa Tengah

Jual Tanah Kebun Murah

– untuk investasi kayu, jenis kayu untuk sementara kayu dan kayu .

Harga tanah Rp.35 JUTA per hektar. Sangat murah, super murah, dan kemungkinan hanya ini satu-satunya tanah murah di Pulau Jawa.

Jual Tanah Kebun Murah

Pasti para pembaca sekalian tanya “kok bisa begitu murah?”

Oke, saya jelaskan kenapa paguyuban  petani tersebut jual kebun begitu murahnya..

  1. Lahan tersebut bukan milik 1 orang, akan tetapi milik banyak orang yang berkumpul dalam satu asosiasi petani, jumlah totalnya kurang lebih ada 500 ha, sekarang sudah laku beberapa puluh hektar, kesempatan masih banyak.
  2. Mereka menjual sebagian tanahnya untuk modal usaha mereka
  3. dan yang menarik di sini, harga murah tersebut ternyata bersyarat yaitu HARUS DITANAMI KAYU JABON ATAU KAYU SENGON, DAN MEREKALAH YANG MENGELOLA untuk anda, sehingga mereka mendapat pekerjaan. Jika anda hendak membeli tanah tersebut seharga 35 juta maka anda kemudian juga harus membayar 30 juta lagi untuk bibit, biaya pekerja, pupuk, pengamanan lahan dan tanaman selama 6 tahun jadi total Rp.65 JUTA untuk investasi kayu lengkap.
  4. Jika anda menghendaki surat AKTE JUAL BELI DARI NOTARIS anda tinggal mengeluarkan uang Rp.500.000
  5. Anda juga bisa mengurus SHM jika menghendaki. Tanah milik anda selamanya, hanya 6 tahun pertama anda harus mempekerjakan para petani setempat
  6. Para petani setempat merupakan petani yang modern, mereka punya ilmu dan mangement lengkap,
  7. Mereka juga sudah punya MoU dengan beberapa pabrik playwood yang membutuhkan beberapa truck kayu per hari.
  8. Lokasi ada di Kuningan Jawa Barat, untuk lebih detail mengenai peta dan juga kemungkinan anda survey lokasi sebelum beli silakan hubungi saya di nomor HP 081-311-661-479 atau email .

Jual Tanah Kebun Murah.

Impor Sapi dari Amerika Serikat?

Penghentian Impor Sapi dari Australia membuat peternak di Indonesia semakin bergairah (http://bisnis.vivanews.com/news/read/227389-impor-berkurang–peternak-sapi-bergairah) akan tetapi dengan adanya pembahasan mengenai sapi dari negara pengganti Australia yaitu Amerika dan Meksiko (http://www.bisnis.com/ekonomi/perdagangan/27558-ri-jajaki-impor-sapi-dari-as-dan-meksiko) pastinya akan menurunkan gairah para peternak sapi lagi.

Bisakah kita tidak impor sapi? Seharusnya dengan tekat bulat bisa, mungkin perlu kerja keras berbagai pihak saja, sebelum kita bicara kenapa kita tidak men-target pemenuhan kebutuhan dalam negeri dahulu?

Kalau membaca pernyataan di bawah ini (Media), orang yang awam semacam saya ini beranggapan seharusnya kita bisa kok tidak impor sapi, hanya perlu kerja keras saja, dalam arti benar-benar kerja keras antar berbagai pihak dan mau memirkirkan kemajuan peternak lokal, bukannya menguntungkan industri peternakan modern di negeri lain.

Pasalnya stok baik daging sapi maupun sapi bakalan di dalam negeri masih cukup” (lihat LAMPIRAN 1) dan
Tanpa sapi Australia, jumlah sapi kami (NTB) sudah banyak, bahkan surplus pada 2010” (LAMPIRAN 2)

Bicara soal impor, negeri Malaysia tetangga kita ternyata berjaya dengan menjadikan kita sebagai target market mereka, dalam kurun waktu Januari-Mei 2011 saja total ekspor makanan Malaysia ke Indonesia mencapai US$ 20,67 JUTA, angka tersebut hanya dalam bentuk makanan-minuman, belum impor kita lainnya yang mungkin ada. (lihat LAMPIRAN 3)

Kalau mengamati hal tersebut di atas saya rasa pendapat Pak Happy Trenggono ini menjadi masuk akal. Silakan tonton di sini http://www.youtube.com/watch?v=BMJogWL9QZ4 (LAMPIRAN 4)

Mari kita renungkan kembali, kalau , sapi dan kedelai saja impor, tentunya pesawat Boeing dan henpon Blackberry juga impor. Seyogyanya boleh lah kita impor, tapi ya jangan semua diimpor, masa semuanya impor?
Kalau begini caranya kita menjadi konsumen sepanjang masa atau atau menjadi konsumen 24 jam namanya.

Baiklah, pada akhirnya kita tidak perlu menyalahkan siapapun (dalam hal ini termasuk Deperindag yang membuka kran impor), karena ujung-ujungnya kembali ke mental kita bersama yang seharusnya diperbaiki yaitu kerelaan untuk membeli produk dalam negeri, beli produk saudara sendiri sebagaimana di negeri China.

Mari kita beli produk dalam negeri.

===========
LAMPIRAN 1
===========
http://www.bisnis.com/ekonomi/perdagangan/27558-ri-jajaki-impor-sapi-dari-as-dan-meksiko
RI jajaki impor sapi dari AS dan Meksiko

JAKARTA: Kendati belum usai dibahas, Kementerian Perdagangan mengisyaratkan dua negara yakni Amerika Serikat dan Meksiko sebagai sumber baru pasokan daging sapi untuk Indonesia, menyusul penghentian sementara ekspor sapi dari Australia.

“Di bawah peraturan, sumbernya harus dari negara yang 100% bebas dari penyakit. Kalau saya tidak salah, yang sudah 100% bebas dari penyakit itu baru Amerika Serikat dan Meksiko. India dan Brazil belum,” ujar Menteri Perdagangan kepada wartawan, hari ini.

Mari mengatakan pemerintah tengah dalam koordinasi di tingkat menteri untuk mencari alternatif sumber pasokan baru. Langkah tersebut merupakan upaya memperoleh sumber pasokan yang terdiversifikasi dari segi asal negara.

“Memang belum ada langkah konkrit. Kita masih melakukan berbagai penjajakan,” katanya.

Dia menambahkan saat ini juga Amerika sudah mulai menjajaki potensi ekspor daging sapi. “Kita akan lihat ke depannya berbagai kemungkinan itu.”

Mari juga mengatakan penghentian ekspor sapi dari Australia tersebut tidak harus menimbulkan kekhawatiran. Pasalnya stok baik daging sapi maupun sapi bakalan di dalam negeri masih cukup.

Mari menilai harga daging sapi masih dalam kondisi stabil. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan , harga daging sapi pada minggu pertama Juni relative stabil dan bahkan menunjukkan gejala penurunan.

“Kami akan pantau terus apalagi menjelang lebaran. Harus dipastikan menjelang lebaran, pasokannya harus cukup,” katanya. (sut)

===========
LAMPIRAN 2
===========
http://bisnis.vivanews.com/news/read/226507-ntb-siap-gantikan-sapi-yang-distop-australia

Surplus, NTB Siap Gantikan Sapi Australia
“Tanpa sapi Australia, jumlah sapi kami (NTB) sudah banyak, bahkan surplus pada 2010.”

VIVAnews – Video perlakuan sadistis terhadap sapi di rumah-rumah jagal Indonesia menjadi pemicu dihentikannya impor sapi hidup dari Australia. Namun, masyarakat Indonesia tak perlu khawatir. Sebab, populasi sapi di NTB sudah menembus angka 695.951–melebihi target yang ditetapkan pemerintah daerah pada 2010, yakni sebanyak 683.347.

Jumlah tersebut meningkat dibanding dua tahun sebelumnya yang mencapai 546.114 pada 2008 dan 592.875 pada 2009. Kepala Seksi Ternak  Ruminansia Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB Iskandar Zulkarnaen menyatakan, NTB menerapkan berbagai program untuk meningkatkan populasi ternak sapinya.

Program percepatan tersebut antara lain memperbanyak induk sapi dalam populasi, memperpendek jarak kelahiran–dari sebelumnya 17 bulan menjadi 14 bulan–menurunkan angka kematian pedet dari 20 persen menjadi 13 persen, mengurangi pemotongan betina produktif, dan mengatur pengeluaran sapi keluar daerah. Jika sebelumnya NTB mengeluarkan ternak sapi ke sejumlah daerah sebanyak 6.600, saat ini jumlah tersebut menurun menjadi 6.000 ekor.

“Tanpa sapi Australia, jumlah sapi kami (NTB) sudah banyak, bahkan surplus pada 2010. Jadi, tidak berpengaruh apa-apa kebijakan Australia untuk menghentikan ekspor sapi ternaknya ke Indonesia,” kata Zulkarnaen di Mataram, Senin, 13 Juni 2011.

Provinsi NTB yang mencanangkan program Bumi Sejuta Sapi terus berupaya meningkatkan jumlah populasi sapinya. Pada 2011 ini, pemerintah NTB memperoleh Rp70 miliar dari pemerintah pusat melalui dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Dana tersebut digunakan untuk program intensif dan penyelamatan sapi betina produktif dengan sasaran seluruh peternak sapi di 10 kabupaten dan kota se-NTB.

Dengan dana itu, sejumlah peternak sapi yang berhasil mengembangbiakkan sapinya akan mendapat penghargaan berupa uang Rp500 ribu. Jumlah kelompok peternak sapi di NTB hingga saat ini mencapai 1.319 kelompok peternak yang tersebar di Sumbawa dan Lombok. Satu kelompok terdiri atas 20 peternak sapi.

“Program itu menjadi salah satu wujud kepedulian pemerintah pusat terhadap pengembangbiakan sapi di NTB,” ujarnya.

Terkait dengan itu, pemerintah NTB berupaya memperbanyak jumlah petani dan peternak sapi sehingga pada 2011 dapat memenuhi target. Pada 2011 ini, NTB mentargetkan 780.724 sapinya. Dengan begitu, diharapkan pada 2013 jumlah populasi sapi di NTB melebihi target, yakni satu juta sapi. (Laporan: Edy Gustan, Mataram)

===========
LAMPIRAN 3
===========
http://industri.kontan.co.id/v2/read/1308191406/70391/Impor-makanan-dari-Malaysia-naik-76
Impor makanan dari Malaysia naik 76%

JAKARTA. Malaysia benar-benar menggarap pasar Indonesia untuk memperbesar ekspor produk makanan dan minuman. Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) melaporkan, total nilai impor makanan dari Malaysia periode Januari-Mei 2011 mencapai
US$ 20,67 juta.

Nilai impor itu naik 76,17% dari periode sama tahun lalu. Melonjaknya impor itu, selain karena wilayah yang berdekatan, selera makanan orang Indonesia dan Malaysia juga cenderung sama.

Sekretaris Jenderal Gapmmi, Franky Sibarani mengatakan, peningkatan impor makanan dari Malaysia bisa mengancam industri dalam negeri. “Impor dari Malaysia menguasai 23,08% dari total impor makanan dan minuman,” kata Franky, Selasa (14/6).

Tidak mustahil, menurut Franky, ke depannya Malaysia akan semakin menguasai pasar makanan di dalam negeri. Terlebih lagi, jika daya saing industri makanan di dalam negeri tidak dibenahi.

Selama ini, cukup banyak kendala yang menghambat perkembangan daya saing industri makanan. Beberapa di antaranya adalah pasokan gas yang terbatas dan biaya logistik yang sangat tinggi.

Selain Malaysia, Indonesia juga kebanjiran produk makanan dari sejumlah negara ASEAN lainnya. Impor makanan dari Thailand menempati posisi kedua terbesar dengan nilai US$ 8,96 juta. Selanjutnya Singapura sebesar US$ 7,48 juta, dan Filipina mencapai US$ 5,51 juta.

Vietnam yang tahun lalu belum muncul sebagai pengimpor, tahun ini mencatatkan angka U$$ 1,22 juta. Sedangkan impor dari China mencapai 11,37 juta atau turun 6,66%. Adapun total impor makanan dari seluruh negara pada Januari-Mei 2011 mencapai US$ 89,87 juta. Angka itu naik 17,02% dibanding periode sama tahun lalu.

Deddy Saleh, Direktur Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) bilang, naiknya impor mamin dari negara-negara ASEAN, terutama Malaysia bisa juga disebabkan karena peralihan dari impor ilegal menjadi legal. “Sekarang bea impor sudah nol persen, jadi ada kemungkinan yang sebelumnya ilegal beralih menjadi legal,” kata Deddy.

===========
LAMPIRAN 4
===========
http://www.youtube.com/watch?v=BMJogWL9QZ4

Jual Kebun Sengon

dan Jabon,

Jual Kebun Super Murah
Jual Tanah/Kebun Murah Untuk Ditanam Sengon Atau Jabon

Jual Kebun Sengon

Harga Tanah Rp. 35 Juta / Hektar.

Murah bukan? Sangat murah..
Mungkin tidak ada lainnya di seluruh pulau Jawa

Syarat :
Harus ditanami Jabon atau Sengon
Sehingga memungkinkan para petani setempat dapat bekerja di proses pembesaran /

  • Harga kebun Rp.35 juta / hektar
  • Kepemilikan hak tanah milik anda sampai kapanpun
  • Dapat diperoleh Surat Tanah Girik dengan Akta Jual Beli dari Notaris
  • Ingin SHM? anda juga dapat mengurusnya.
  • Biaya Pengurusan Akte Jual Beli Rp.500.000 / hektar
  • Kami akan berikan diskon 5% khusus untuk pembelian 10 hektar
  • Biaya tanam dan perawatan sengon/jabon Rp.30 juta / hektar / periode tanam 6 tahun,
  • Biaya tanam dan perawatan di atas sudah termasuk 1.000 bibit jabon atau bibit sengon, pupuk organik, pupuk hayati dan pupuk kimia selama 3  tahun, pengelelolaan kebun yang berbasis kemitraan dan pemberdayaan masyarakan sekitar,
  • Kemitraan dengan produsen kayu lapis dan furniture, disertai dengan MoU yang jelas, ada 10 perusahaan woodworking dan furniture, kebutuhan produksi mereka 200 truck kayu per hari
  • Potensi pendapatan bersih sekitar 160-250 juta per hektar
  • Pengawasan jaminan keamanan pohon dari paguyuban petani desa
  • Dapat diasuransikan (opsi)
  • Saya ulangi, Anda juga dapat urus SHM nya.

Jadi, jika anda mau investasi sengon atau jabon (investasi  pertanian) maka hanya dengan Rp.65 juta sudah bisa mendapatkan potensial hasil yang tidak sedikit. Kalau mau lebih tenang dan aman anda juga bisa tambahkan biaya akta notaris Rp.500.000 atau bahkan mau diasuransikan?

Mari kita investasi di pertanian jabon dan sengon !!!

Tunggu apalagi? Hanya untuk anda yang serius

silahkan hubungi saya,

Asrofi

Hp : 081 311 661 479

Email :

Artikel ini ditulis oleh Asrofi dengan judul Jual .