<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Asrofi - Blogger Semarang &#187; Pendidikan</title>
	<atom:link href="http://asrofi.web.id/category/pendidikan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://asrofi.web.id</link>
	<description>Blogger Kendal Semarang Jawa Tengah</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jan 2012 16:48:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.2</generator>
		<item>
		<title>Dalam Menyikapi Bencana Pemimpin dan Bangsa Jepang Lebih &#8220;Dewasa&#8221;</title>
		<link>http://asrofi.web.id/dalam-menyikapi-bencana-pemimpin-dan-bangsa-jepang-lebih-dewasa/</link>
		<comments>http://asrofi.web.id/dalam-menyikapi-bencana-pemimpin-dan-bangsa-jepang-lebih-dewasa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Mar 2011 23:54:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asrofi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Social]]></category>
		<category><![CDATA[gempa jepang]]></category>
		<category><![CDATA[jepang]]></category>
		<category><![CDATA[tsunami]]></category>
		<category><![CDATA[tsunami jepang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asrofi.web.id/?p=587</guid>
		<description><![CDATA[<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://asrofi.web.id/dalam-menyikapi-bencana-pemimpin-dan-bangsa-jepang-lebih-dewasa/' addthis:title='Dalam Menyikapi Bencana Pemimpin dan Bangsa Jepang Lebih &#8220;Dewasa&#8221; '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_button_google_plusone" g:plusone:size="medium"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>Saya copy-paste dari sebuah mailinglist. Mudah-mudahan bermanfaat &#8211; Dear all, Alhamdulillah, hari ini hari ke-4 setelah bencana gempa dan tsunami menimpa Jepang. Kami yg berdomisili di daerah Kansai (Osaka, Kobe, Kyoto, dsk) dalam keadaan sehat wal afiat. Semoga seterusnya demikian. Walaupun beberapa gempa susulan masih dapat dirasakan di daerah yg lokasinya dekat dgn episentrum gempa. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://asrofi.web.id/dalam-menyikapi-bencana-pemimpin-dan-bangsa-jepang-lebih-dewasa/' addthis:title='Dalam Menyikapi Bencana Pemimpin dan Bangsa Jepang Lebih &#8220;Dewasa&#8221; '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_button_google_plusone" g:plusone:size="medium"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div><p>Saya copy-paste dari sebuah mailinglist.</p>
<p>Mudah-mudahan bermanfaat</p>
<p>&#8211;</p>
<p>Dear all,</p>
<p>Alhamdulillah, hari ini hari ke-4 setelah bencana gempa dan <a href="http://asrofi.web.id/tag/tsunami/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with tsunami">tsunami</a> menimpa Jepang. Kami yg berdomisili di daerah Kansai (Osaka, Kobe, Kyoto, dsk) dalam keadaan sehat wal afiat. Semoga seterusnya demikian.</p>
<p>Walaupun beberapa gempa susulan masih dapat dirasakan di daerah yg lokasinya dekat dgn episentrum gempa. Gempa terakhir dilaporkan terjadi pagi ini di Ibaraki-ken (sebelah Tokyo) berkekuatan 6 SR. Namun, peringatan akan terjadinya tsunami di seluruh daerah pantai timur sudah dicabut resmi oleh <a href="http://asrofi.web.id/tag/pemerintah/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with pemerintah">pemerintah</a> Jepang sejak malam tadi. Alhamdulillah.</p>
<p>Provinsi Miyagi, terutama kota Sendai, salah satu tempat paling parah yg mengalami tsunami, sudah mulai berbenah. Di kota ini terdapat salah satu universitas papan atas Jepang, yaitu Tohoku university. Banyak mahasiswa Indonesia beserta keluarga mereka tinggal di kota ini. Sampai skrg, mereka yg selamat masih tinggal di pengungsian: gedung-gedung sekolah, stadium OR, balai kota, dan tempat lain. Rencananya, secara berangsur-angsur, mereka akan dijemput dan direlokasikan ke SRIT (Sekolah Rakyat Indonesia di Tokyo) oleh KBRI untuk mendapatkan perawatan, pelayanan dan pendataan yg lebih memadai&#8230;.Sendai masih gelap gulita, dingin luar biasa, dan carut marut penuh dgn sampah akibat tsunami. Mari kita doakan semua korban agar segera terbebas dari ketakutan dan kemalangan. Amin.</p>
<p>Efek gempa dan tsunami yg menimpa Jepang kali ini mmg sangat dahsyat. Dampaknya bagi kehidupan bernegara, jauh lebih besar dibanding dengan yg pernah dialami Indonesia dgn gempa-tsunami Aceh lalu. Jika dulu, gempa di Aceh hampir tidak terasa di Jkt, gempa Jepang kali ini mengubah `ritme` kehidupan Tokyo sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi.</p>
<p>Per hari ini, Tokyo dan kota-kota di sekitarnya dilaporkan akan mengalami pemadaman listrik secara bergilir. Kereta dan subway pun tidak akan beroperasi secara normal untuk menghemat konsumsi listrik. Ini semuanya terpaksa dilakukan karena pasokan listrik berkurang sejak meledaknya reaktor no.1 plt nuklir di Fukushima dan down-nya pendingin reaktor no.2 di plt yang sama. Penumpang menumpuk di stasiun-satiun kereta. Hampir semuanya terlambat tiba di kantor/sekolah akibat waktu tempuh yg berlipat menjadi 3 atau 4 kalinya. Namun demikian, chaos dan kepanikan tidak pernah terlihat di Tokyo, bahkan dalam keadaan darurat spt ini. Semua org ttp tertib, rapi mengantri dan mendahulukan org lain. Mereka berprinsip, itu adalah sumbangsih mereka untuk membuat keadaan tidak bertambah parah. Salut!</p>
<p>Kami, pelajar Indonesia yg sedang kuliah di sini merasakan betul kekaguman luar biasa untuk bangsa Jepang. Triple bencana (gempa, tsunami, ledakan pltn) yg dialami mereka skrg tidak membuat mereka hanyut dalam kesedihan atau peratapan nasib. Yang ada justru sikap saling bahu-membahu, ttp dalam sikap tenang dan tegar. Falsafah hidup mereka yang `ganbaru` (berjuang sekuat mungkin) menjadi penguat hati dan generator energi yg paling besar.</p>
<h2>Televisi Jepang menyiarkan laporan perkembangan bencana non-stop, terus menurus tanpa jeda iklan, semenjak hari Jum`at lalu, di seluruh channelnya. <span style="color: #0000ff;"><strong>Namun tidak ada iringan lagu sedih, liputan anak menangis, dan lain-lain yg sering kali kita lihat di liputan bencana ala tv Indonesia. Metode yg bagus sekali untuk tidak mengkondisikan kesedihan yg berkepanjangan.</strong></span> Di lain sisi, yang disiarkan adalah imbauan-imbauan pemerintah ttg hal-hal apa saja yg harus diperbuat untuk kebaikan bersama. Seperti menghemat listrik dgn meminimalisasi penggunaan alat elektronik, meng-unplug kabel, dll. Juga diajarkan cara-cara untuk survive spt menggunakan air scr hemat, merakit <a href="http://asrofi.web.id/tag/kompor/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with kompor">kompor</a> sendiri, dll. Disiarkan juga nomer-nomer call center yg bisa dihub 24 jam, rs darurat, pemadam kebakaran, dll&#8230;Dan yang lebih mengharukan adalah kesungguhan para pemimpin mereka untuk melayani rakyat yg sedang kesusahan!</h2>
<p>Perdana menteri Naoto Kan selalu muncul di tv menggunakan baju lapangan spt org para pekerja. Semua mentri pun demikian. Dilaporkannya apa yg sudah ditempuh sampai hari ini, apa saja yg berhasil ditanggulangi, apa rencana ke depan, berapa jumlah korban teridentifikasi dll. Wajahnya tampak jelas kelelahan. Tapi suara dan isi pidatonya selalu mengugah semangat rakyat untuk terus berjuang, ganbaru bersama-sama. Aduhai, alangkah bahagianya rakyat Jepang dipimpin orang-orang yg dapat dipercaya!</p>
<p>Tabik kami untuk mereka, bangsa Jepang dan para pemimpin mereka yg amanah, setulus-tulusnya&#8230;</p>
<p>Demikian up date dari Osaka kali ini. Mohon doa dari kawan-kawan semua. Mohon</p>
<p>maaf bila ada yg kurang berkenan..</p>
<p>Salam,</p>
<p>Dian Nur Rahadiani<br />
Department of Histopathology (C3)<br />
Graduate school of Medicine, Faculty of Medicine<br />
Osaka University, JAPAN<br />
phone :<br />
81-80-5337-7666</p>
<p>&#8211;</p>
<p>Disclaimer : Saya hanya copy-paste dari mailinglist.</p>
<h2  class="related_post_title">Artikel Paling Rame</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://asrofi.web.id/siapa-limbad-the-master-rcti/" title="Siapa Profile Limbad The Master RCTI?">Siapa Profile Limbad The Master RCTI?</a></li><li><a href="http://asrofi.web.id/cleopatra-stratan-penyanyi-berusia-3-tahun-dengan-gaji-1000e-per-lagu/" title="Cleopatra Stratan &#8211; Penyanyi Berusia 3 Tahun dengan Gaji 1000€ per lagu">Cleopatra Stratan &#8211; Penyanyi Berusia 3 Tahun dengan Gaji 1000€ per lagu</a></li><li><a href="http://asrofi.web.id/jabon/" title="Jabon sebagai alternatif investasi dalam pertanian">Jabon sebagai alternatif investasi dalam pertanian</a></li><li><a href="http://asrofi.web.id/darul-amanah/" title="Darul Amanah">Darul Amanah</a></li><li><a href="http://asrofi.web.id/jual-kebun-sengon/" title="Jual Kebun Sengon">Jual Kebun Sengon</a></li></ul>
	Tags: <a href="http://asrofi.web.id/tag/gempa-jepang/" title="gempa jepang" rel="tag">gempa jepang</a>, <a href="http://asrofi.web.id/tag/jepang/" title="jepang" rel="tag">jepang</a>, <a href="http://asrofi.web.id/tag/tsunami/" title="tsunami" rel="tag">tsunami</a>, <a href="http://asrofi.web.id/tag/tsunami-jepang/" title="tsunami jepang" rel="tag">tsunami jepang</a><br />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asrofi.web.id/dalam-menyikapi-bencana-pemimpin-dan-bangsa-jepang-lebih-dewasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bung Hatta dan Kisah Sepatu Bally</title>
		<link>http://asrofi.web.id/bung-hatta-dan-kisah-sepatu-bally/</link>
		<comments>http://asrofi.web.id/bung-hatta-dan-kisah-sepatu-bally/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Jan 2011 22:44:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asrofi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Social]]></category>
		<category><![CDATA[bung hatta]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asrofi.web.id/?p=564</guid>
		<description><![CDATA[<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://asrofi.web.id/bung-hatta-dan-kisah-sepatu-bally/' addthis:title='Bung Hatta dan Kisah Sepatu Bally '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_button_google_plusone" g:plusone:size="medium"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>Originally Posted by FoeLung Sepenggal kisah dari Bung Hatta dihari peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI ke 65, untuk diteladani&#8230;.. &#8220;bernisan bangga, berkafan doa, dr kami yang merindukan orang sepertimu&#8230;&#8221; Subject: Bung Hatta dan Kisah Sepatu Bally ================================================== = Bung Hatta dan Kisah Sepatu Bally, Pada tahun 1950-an, Bally adalah sebuah merek sepatu yang bermutu tinggi dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://asrofi.web.id/bung-hatta-dan-kisah-sepatu-bally/' addthis:title='Bung Hatta dan Kisah Sepatu Bally '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_button_google_plusone" g:plusone:size="medium"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div><div>Originally Posted by <strong>FoeLung</strong></div>
<div style="font-style: italic;">Sepenggal kisah dari Bung Hatta dihari peringatan Proklamasi<br />
Kemerdekaan RI ke 65, untuk diteladani&#8230;..</p>
<p><em><strong><span style="font-size: small;">&#8220;bernisan bangga, berkafan doa, dr kami yang merindukan orang<br />
sepertimu&#8230;&#8221;</span></strong></em></p>
<p><span style="font-size: medium;"><strong>Subject: Bung Hatta dan Kisah Sepatu Bally</strong></span><br />
==================================================  =</p>
<p>Bung Hatta dan Kisah Sepatu Bally,</p>
<p>Pada tahun 1950-an, Bally adalah sebuah merek sepatu yang bermutu<br />
tinggi dan tidak murah. Bung Hatta, Wakil Presiden pertama RI,<br />
berminat pada sepatu itu. Ia kemudian menyimpan guntingan iklan yang<br />
memuat alamat penjualnya, lalu berusaha menabung agar bisa membeli<br />
sepatu idaman tersebut.</p>
<p>Namun, uang tabungan tampaknya tidak pernah mencukupi karena selalu<br />
terambil untuk keperluan rumah tangga atau untuk membantu kerabat dan<br />
handai taulan yang datang untuk meminta pertolongan. Hingga akhir<br />
hayatnya, sepatu Bally idaman Bung Hatta tidak pernah terbeli karena<br />
tabungannya tak pernah mencukupi.</p>
<p>Yang sangat mengharukan dari cerita ini, guntingan iklan sepatu Bally<br />
itu hingga Bung Hatta wafat masih tersimpan dan menjadi saksi keinginan<br />
sederhana dari seorang Hatta. Pada hal, jika ingin memanfaatkan<br />
posisinya waktu itu, sangatlah mudah bagi beliau untuk memperoleh<br />
sepatu Bally.<br />
Misalnya, dengan meminta tolong para duta besar atau pengusaha yang<br />
menjadi kenalan Bung Hatta.</p>
<p>Namun, di sinilah letak keistimewaan Bung Hatta. Ia tidak mau meminta<br />
sesuatu untuk kepentingan sendiri dari orang lain. Bung Hatta memilih<br />
jalan sukar dan lama, yang ternyata gagal karena ia lebih mendahulukan<br />
orang lain daripada kepentingannya sendiri.</p>
<p>Pendeknya, itulah keteladanan Bung Hatta, apalagi di tengah carut-<br />
marut zaman ini.</p>
<p>Bung Hatta meninggalkan teladan besar, yaitu sikap mendahulukan orang<br />
lain, sikap menahan diri dari meminta hibah, bersahaja, dan membatasi<br />
konsumsi pada kemampuan yang ada. Kalau belum mampu, harus berdisiplin<br />
dengan tidak berutang atau bergantung pada orang lain.</p>
<p>Seandainya bangsa Indonesia dapat meneladani karakter mulia<br />
proklamator kemerdekaan ini, seandainya para pemimpin tidak maling,<br />
tidak mungkin bangsa dengan sumber alam yang melimpah ini menjadi<br />
bangsa terbelakang, melarat, dan nista karena tradisi berutang dan<br />
meminta sedekah dari orang asing.</p>
<p><strong>Pendapat Meutia Hatta (Salah satu anak Bung Hatta)</strong></p>
<p>Kesederhanaan keluarga Bung Hatta serta sangat kokohnya mantan wakil<br />
presiden itu berpegang pada prinsip mungkin dapat disimak dari<br />
penuturan Meutia mengenai kisah sebuah mesin jahit. Sewaktu ayahnya<br />
masih menjadi orang nomor dua di republik ini, ternyata untuk membeli<br />
sebuah mesin jahit pun tidak bisa dilakukan begitu saja.</p>
<p>Menurut antropolog dari Universitas Indonesia tersebut, ibunya -Rahmi<br />
Hatta- harus menabung sedikit demi sedikit dengan cara menyisihkan<br />
sebagian dari penghasilan yang diberikan Bung Hatta.</p>
<p>Namun rencana membeli terpaksa ditunda, karena tiba-tiba saja<br />
<a href="http://asrofi.web.id/tag/pemerintah/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with pemerintah">pemerintah</a> waktu itu mengeluarkan kebijakan sanering (pemotongan nilai<br />
uang) dari Rp100 menjadi Rp 1. Akibatnya, nilai tabungan yang sudah<br />
dikumpulkan Rahmi menurun dan makin tidak cukup untuk membeli mesin<br />
jahit.</p>
<p>&#8220;Karena ikut terkena dampak adanya keputusan sanering tersebut, Ibu<br />
kemudian bertanya pada Ayah kok tidak segera memberi tahu akan ada<br />
sanering. Dengan kalem Ayah menjawab, itu rahasia negara jadi tidak<br />
boleh diberitahukan, sekalipun kepada keluarga sendiri&#8221; kata istri<br />
ekonom Prof Dr Sri-Edi Swasono itu.</p>
<p><strong>Pendapat Ny. Rahmi Hatta (Istri Bung Hatta)</strong></p>
<p>Di tahun 1950-an, ketika Bung Hatta masih menjabat sebagai wakil<br />
presiden Republik Indonesia, keteguhan prinsipnya kembali tercermin<br />
dalam kehidupan keluarga. Pada saat sekarang, mungkin saja peristiwa<br />
yang saya alami itu dapat direnungkan kembali.</p>
<p>Pada suatu waktu, uang Republik Indonesia (ORI) mengalami pemotongan.<br />
Seperti halnya para ibu rumah tangga lainnya, di masa itu saya sedang<br />
menabung karena saya berniat untuk membeli sebuah mesin jahit. Tentu<br />
dapat dibayangkan betapa kecewanya hati saya saat itu. Ketika Bung<br />
Hatta pulang dari kantor, saya mengeluh, &#8220;Aduh, Ayah ?! Mengapa tidak<br />
bilang terlebih dahulu, bahwa akan diadakan pemotongan uang ? Yaaa,<br />
uang tabungan kita tidak ada gunanya lagi! Untuk membeli mesin jahit<br />
sudah tidak bisa lagi, tidak ada harganya lagi.?&#8221;</p>
<p>Keluhan wanita mungkin mempunyai alasan tersendiri. Tetapi seorang<br />
pejabat negara seperti Bung Hatta menjawab, &#8220;Yuke, seandainya Kak<br />
Hatta mengatakan terlebih dahulu kepadamu, nanti pasti hal itu akan<br />
disampaikan kepada ibumu.<br />
Lalu kalian berdua akan mempersiapkan diri, dan mungkin akan memberi<br />
tahu kawan-kawan dekat lainnya. Itu tidak baik!&#8221;</p>
<p>Kepentingan negara tidak ada sangkut-pautnya dengan usaha memupuk<br />
kepentingan keluarga. Rahasia negara adalah tetap rahasia. Sunggguhpun<br />
saya bisa percaya kepadamu, tetapi rahasia ini tidak patut dibocorkan<br />
kepada siapapun. Biarlah kita rugi sedikit, demi kepentingan seluruh<br />
negara. Kita coba menabung lagi, ya?&#8221;</p>
<p>Akhirnya sebagai seorang istri saya sepenuhnya dapat memahami prinsip<br />
suami saya itu. Berkat pengalaman hidup bersama bertahun-tahun,<br />
keyakinan saya terhadap prinsip Bung Hatta makin besar pula. Prinsip<br />
itu juga yang menyadarkan saya, agar saya tidak perlu menghalangi<br />
sikapnya ketika Bung Hatta berniat untuk meletakkan jabatannya sebagai<br />
wakil Presiden Republik Indonesia.</p></div>
<div style="font-style: italic;">(dicontek dari http://forum.detik.com/bung-hatta-kisah-sepatu-bally-t205340.html?s=fe7e7213f4dddda8f3e84cf2d62d917b&amp;amp;)</div>
<h2  class="related_post_title">Artikel Lain</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://asrofi.web.id/penilaian-orang-singapura-terhadap-indonesia/" title="PENILAIAN ORANG SINGAPURA TERHADAP INDONESIA">PENILAIAN ORANG SINGAPURA TERHADAP INDONESIA</a></li></ul>
	Tags: <a href="http://asrofi.web.id/tag/bung-hatta/" title="bung hatta" rel="tag">bung hatta</a>, <a href="http://asrofi.web.id/tag/ekonomi/" title="Ekonomi" rel="tag">Ekonomi</a>, <a href="http://asrofi.web.id/tag/pemerintah/" title="pemerintah" rel="tag">pemerintah</a>, <a href="http://asrofi.web.id/tag/politik/" title="politik" rel="tag">politik</a><br />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asrofi.web.id/bung-hatta-dan-kisah-sepatu-bally/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teori Cinta Bagian Pertama:  Antara Cinta dan Perkawinan</title>
		<link>http://asrofi.web.id/teori-cinta-bagian-pertama-antara-cinta-dan-perkawinan/</link>
		<comments>http://asrofi.web.id/teori-cinta-bagian-pertama-antara-cinta-dan-perkawinan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Dec 2010 15:38:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asrofi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Social]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asrofi.web.id/?p=516</guid>
		<description><![CDATA[<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://asrofi.web.id/teori-cinta-bagian-pertama-antara-cinta-dan-perkawinan/' addthis:title='Teori Cinta Bagian Pertama:  Antara Cinta dan Perkawinan '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_button_google_plusone" g:plusone:size="medium"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>Bagaimana hubungan antara Cinta dan Perkawinan? haruskah selaras? haruskah cinta dan kawin? haruskah kawin kalau sudah cinta? Oke setelah saya pelajari dari Guru saya, ternyata ada 4 benang. Mencintai, kemudian menikah, kemudian mencintai lagi Mencintai, kemudian menikah, kemudian tidak mencintai Tidak mencintai, kemudian menikah, kemudian mencintai TIdak mencintai, kemudian menikah, kemudian tidak mencintai. Hak buat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://asrofi.web.id/teori-cinta-bagian-pertama-antara-cinta-dan-perkawinan/' addthis:title='Teori Cinta Bagian Pertama:  Antara Cinta dan Perkawinan '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_button_google_plusone" g:plusone:size="medium"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div><p><a href="http://asrofi.web.id/wp-content/uploads/2010/12/love-cinta-perkawinan-pernikahan1.PNG"><img class="alignnone size-full wp-image-518" title="love-cinta-perkawinan-pernikahan" src="http://asrofi.web.id/wp-content/uploads/2010/12/love-cinta-perkawinan-pernikahan1.PNG" alt="love-cinta-perkawinan-pernikahan" width="399" height="283" /></a></p>
<p>Bagaimana hubungan antara Cinta dan Perkawinan? haruskah selaras? haruskah <a href="http://asrofi.web.id/tag/cinta/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with cinta">cinta</a> dan kawin? haruskah kawin kalau sudah <a href="http://asrofi.web.id/tag/cinta/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with cinta">cinta</a>? Oke setelah saya pelajari dari Guru saya, ternyata ada 4 benang.</p>
<ol>
<li>Mencintai, kemudian menikah, kemudian mencintai lagi</li>
<li>Mencintai, kemudian menikah, kemudian tidak mencintai</li>
<li>Tidak mencintai, kemudian menikah, kemudian mencintai</li>
<li>TIdak mencintai, kemudian menikah, kemudian tidak mencintai.</li>
</ol>
<p>Hak buat siapapun untuk memilih dari 4 benang di atas, tapi kalau menurut pendapat saya &#8220;apapun kondisi sebelum menikah, yang penting setelah menikah mencintai&#8221;. Jadi nomor 1 dan 3 adalah pilihan yang layak kita ambil.</p>
<ul>
<li>Yang beruntung, sabar dan cerdas nomor 1</li>
<li>Yang terkesan kekanak-kanakan dan konyol nomor 2</li>
<li>Yang punya hati yang luhur, dewasa dan tanggung jawab nomor 3</li>
<li>Yang seperti orang idiot dan seperti badut nomor 4.</li>
</ul>
<p>Yang manakah anda?</p>
<h2  class="related_post_title">Artikel Lain</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://asrofi.web.id/kamera-obscura-yang-mengubah-dunia/" title="Kamera Obscura yang Mengubah Dunia">Kamera Obscura yang Mengubah Dunia</a></li></ul>
	Tags: <a href="http://asrofi.web.id/tag/cinta/" title="cinta" rel="tag">cinta</a>, <a href="http://asrofi.web.id/tag/pendidikan/" title="Pendidikan" rel="tag">Pendidikan</a>, <a href="http://asrofi.web.id/tag/sosial/" title="sosial" rel="tag">sosial</a><br />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asrofi.web.id/teori-cinta-bagian-pertama-antara-cinta-dan-perkawinan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peneliti Asal Kendal Raih Penghargaan di Amerika Serikat</title>
		<link>http://asrofi.web.id/peneliti-asal-kendal-raih-penghargaan-di-amerika-serikat/</link>
		<comments>http://asrofi.web.id/peneliti-asal-kendal-raih-penghargaan-di-amerika-serikat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Sep 2010 10:28:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asrofi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kendal]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Ali Khumaeni]]></category>
		<category><![CDATA[penghargaan tingkat internasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asrofi.web.id/?p=506</guid>
		<description><![CDATA[<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://asrofi.web.id/peneliti-asal-kendal-raih-penghargaan-di-amerika-serikat/' addthis:title='Peneliti Asal Kendal Raih Penghargaan di Amerika Serikat '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_button_google_plusone" g:plusone:size="medium"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>Berita ini sepenuhnya saya salin dari Vivanews.com Ini merupakan penghargaan kedua bagi Ali Khumaeni, peneliti laser plasma spectroscopy (Kamis, 23 September 2010, 13:24 WIB &#8211; Renne R.A Kawilarang &#8211; Vivanews) Seorang mahasiswa Indonesia berhasil menerima penghargaan tingkat internasional bidang aplikasi Laser Plasma Spectroscopy atau Laser-Induced Breakdown Spectroscopy (LIBS) di Amerika Serikat (AS). Dia adalah Ali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://asrofi.web.id/peneliti-asal-kendal-raih-penghargaan-di-amerika-serikat/' addthis:title='Peneliti Asal Kendal Raih Penghargaan di Amerika Serikat '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_button_google_plusone" g:plusone:size="medium"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div><p><span style="text-decoration: underline;">Berita ini sepenuhnya saya salin dari Vivanews.com</span></p>
<p><strong>Ini merupakan penghargaan kedua bagi <a href="http://asrofi.web.id/tag/ali-khumaeni/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Ali Khumaeni">Ali Khumaeni</a>, peneliti laser plasma spectroscopy</strong> (Kamis, 23 September 2010, 13:24 WIB &#8211; Renne R.A Kawilarang &#8211; Vivanews)</p>
<p>Seorang mahasiswa Indonesia berhasil menerima <a href="http://asrofi.web.id/tag/penghargaan-tingkat-internasional/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with penghargaan tingkat internasional">penghargaan tingkat internasional</a> bidang aplikasi Laser Plasma Spectroscopy atau Laser-Induced Breakdown Spectroscopy (LIBS) di Amerika Serikat (AS). Dia adalah Ali Khumaeni.</p>
<p>Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Osaka mengungkapkan bahwa peneliti asal <a href="http://asrofi.web.id/tag/kendal/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Kendal">Kendal</a> berusia 27 tahun itu merupakan mahasiswa program master dari Universitas Fukui, Jepang. Makalah Khumaeni dianggap sebagai yang terbaik untuk kategori mahasiswa pasca sarjana di &#8220;6th International Conference on LIBS&#8221; di kota Memphis, Tennessee, AS, pada 13-17 September 2010.</p>
<p>&#8220;Konferensi Internasional LIBS merupakan konferensi terbesar bidang laser plasma spektroskopi yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali,&#8221; demikian siaran pers dari KJRI Osaka. Dalam konferensi tersebut, ratusan mahasiswa paskasarjana, para ahli LIBS, profesor, dan perusahaan yang bergerak di bidang optik, laser, dan <em>imaging</em> hadir untuk menyampaikan gagasan, ide dan perkembangan serta kemajuan hasil riset terkini bidang LIBS.</p>
<p>Makalah Khumaeni berjudul &#8220;<em>Direct Analysis of Powder Sample Using Transversely Excited Atmospheric CO2 Laser-Induced Metal-Assisted Gas Plasma at 1 atm by Introducing the Powder Particles into the Plasma</em>.&#8221; Artikel itu dinilai para juri dan ahli LIBS sebagai makalah dengan orisinalitas terbaik kedua.</p>
<p>Menurut Khumaeni, makalah tersebut juga akan dimuat di Jurnal <em>Internasional Analytical and Bioanalytical Chemistry</em>. &#8220;Ini adalah kali kedua setelah sebelumnya mendapatkan penghargaan sebagai <em>Young Scientist Award dari International conference on laser probing </em>di Nagoya, Jepang, pada Oktober 2008,&#8221; kata Khumaeni. “Saya sangat bersyukur hasil riset di lab mendapat pengakuan internasional.”</p>
<p>Selain di LIBS, Khumaeni telah banyak menulis di beberapa jurnal internasional tentang <em>applied spectroscopy</em>, fisika terapan, dan pendidikan fisika.</p>
<p>Bidang LIBS saat ini berkembang sangat pesat di Amerika dan Eropa. Di Asia, bidang ini mulai menarik perhatian para ilmuwan dari Jepang, Korea, China, dan Hong Kong. LIBS kini menjadi teknologi alternatif masa depan untuk analisis material semua fase baik padat, cair, maupun gas.</p>
<p>Menurut Khumaeni, LIBS mulai diaplikasikan sebagai metode analisis atom dan molekul dalam material di semua bidang termasuk pembangkit tenaga nuklir dan industri nuklir, polusi lingkungan, industri makanan, industri obat-obatan (farmasi dan kedokteran), pertanian dan perkebunan, arkeologi, thin film, forensik, <em>safety and security</em>, luar angkasa, dan lain-lain. (kd)</p>
<p>• VIVAnews</p>
<h2  class="related_post_title">Artikel Lain</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://asrofi.web.id/blogger-semarang/" title="Blogger Semarang">Blogger Semarang</a></li><li><a href="http://asrofi.web.id/pembangunan-pltu-di-kendal/" title="Pembangunan PLTU di Kendal">Pembangunan PLTU di Kendal</a></li><li><a href="http://asrofi.web.id/perkenalkan-kabupaten-kendal-3-gua-kiskenda-kampung-jawa-sekatul/" title="Perkenalkan Kabupaten Kendal (3); Gua Kiskenda, Kampung Jawa Sekatul">Perkenalkan Kabupaten Kendal (3); Gua Kiskenda, Kampung Jawa Sekatul</a></li><li><a href="http://asrofi.web.id/pengumuman-hasil-test-cpns-kendal-2010/" title="Pengumuman Hasil Test CPNS Kendal 2010">Pengumuman Hasil Test CPNS Kendal 2010</a></li><li><a href="http://asrofi.web.id/perkenalkan-kabupaten-kendal-2/" title="Perkenalkan : Kabupaten Kendal (2)">Perkenalkan : Kabupaten Kendal (2)</a></li></ul>
	Tags: <a href="http://asrofi.web.id/tag/ali-khumaeni/" title="Ali Khumaeni" rel="tag">Ali Khumaeni</a>, <a href="http://asrofi.web.id/tag/kendal/" title="Kendal" rel="tag">Kendal</a>, <a href="http://asrofi.web.id/tag/penghargaan-tingkat-internasional/" title="penghargaan tingkat internasional" rel="tag">penghargaan tingkat internasional</a><br />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asrofi.web.id/peneliti-asal-kendal-raih-penghargaan-di-amerika-serikat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sang Penjaga Mushola Yang Ingin Naik Haji</title>
		<link>http://asrofi.web.id/sang-penjaga-mushola-yang-ingin-naik-haji/</link>
		<comments>http://asrofi.web.id/sang-penjaga-mushola-yang-ingin-naik-haji/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Aug 2010 22:40:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asrofi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Social]]></category>
		<category><![CDATA[haji]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[khusnuzhon]]></category>
		<category><![CDATA[positive thinking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asrofi.web.id/?p=496</guid>
		<description><![CDATA[<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://asrofi.web.id/sang-penjaga-mushola-yang-ingin-naik-haji/' addthis:title='Sang Penjaga Mushola Yang Ingin Naik Haji '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_button_google_plusone" g:plusone:size="medium"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>Dari Email Yusuf Iskandar&#8217; di Mailinglist Kendal Online &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211; Sang Penjaga Mushola Yang Ingin Naik Haji &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;- Suatu ketika saya hendak kembali ke Jogja dari Bandung dan berencana naik kereta api Malabar yang berangkat dari Stasiun Hall Bandung jam 15:30. Rupanya hari itu saya keasyikan melewatkan waktu siang ditambah dengan lalu lintas kota yang cukup [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://asrofi.web.id/sang-penjaga-mushola-yang-ingin-naik-haji/' addthis:title='Sang Penjaga Mushola Yang Ingin Naik Haji '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_button_google_plusone" g:plusone:size="medium"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div><p>Dari Email Yusuf Iskandar&#8217; di <a href="http://groups.yahoo.com/group/kendal-online">Mailinglist Kendal Online</a></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Sang Penjaga Mushola Yang Ingin Naik Haji<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
Suatu ketika saya hendak kembali ke Jogja dari Bandung dan berencana naik kereta api Malabar yang berangkat dari Stasiun Hall Bandung jam 15:30. Rupanya hari itu saya keasyikan melewatkan waktu siang ditambah dengan lalu lintas kota yang cukup padat, sehingga terlambat tiba di stasiun. Sebagai gantinya saya mencari karcis kereta jam-jam sesudahnya, karena sebelumnya saya sempat menilpun call centre katanya tiket masih banyak. Ternyata sore itu semua tiket kereta menuju arah timur untuk hari itu sudah habis. Mencoba menghubungi agen travel sebagai alternatif ternyata juga sudah tidak tersedia perjalanan hari itu.</p>
<p>Saya memutuskan untuk menginap semalam di Bandung dan pulang ke Jogja dengan kereta besok paginya. Sementara saya dheleg-dheleg (terbengong-bengong) karena harus menunda kepulangan ke Jogja, mampirlah saya ke mushola yang ada di ujung kiri stasiun, untuk sholat Dzuhur wal-Ashar, sambil berdoa agar pikiran tidak kemrungsung dan semoga ada pencerahan. (Jadi kalau lain kali Anda dheleg-dheleg, dimanapun Anda berada, mampirlah ke mushola atau masjid terdekat. Insya Allah akan menemukan hikmahnya. Tapi ya sholat, jangan hanya pindah dheleg-dheleg).</p>
<p>Usai sholat saya sempatkan mengobrol dengan penjaga mushola yang ternyata orangnya beda dengan yang pernah saya jumpai beberapa bulan sebelumnya. Dari obrolan dengan penjaga mushola yang belakangan saya ketahui bernama pak Syahroni itu saya ditanya : &#8220;Tadi tidak ada orang yang nawarin tiket?&#8221;. Saya langsung paham apa yang dimaksud, pasti beli tiket ke calo. Sejenak kemudian saya pamit kepada pak Syahroni sambil menitipkan tas. Saya hendak melihat-lihat ke bagian penjualan tiket di stasiun siapa tahu dapat inspirasi.</p>
<p>Benar juga. Saya dihampiri seorang bapak tua yang katanya bisa mengusahakan tiket ke Jogja malam itu. Tapi harga tiketnya Rp 100.000,- lebih mahal di atas harga loket. Tanpa pikir panjang langsung saya setujui, ketimbang harus menginap semalam di Bandung. Akhirnya saya berhasil mendapatkan tiket KA Lodaya keberangkatan jam 8 malam, dengan harga calo tentu saja.</p>
<p>Menunggu waktu keberangkatan malam harinya, sore itu saya memiliki banyak waktu luang yang kemudian saya habiskan untuk mengobrol dengan pak Syahroni sang penjaga mushola. Rupanya pembicaraan semakin mengasyikkan dan akrab. Bahkan pak Syahroni yang tidak punya pekerjaan tetap selain mengurusi mushola stasiun itu menawari saya untuk dipesankan minuman ke kedai di dekat situ, juga menawari akan dibelikan rokok. Tentu saja, yang pertama saya setujui tapi yang kedua saya tolak. Tak terasa obrolan terus berlanjut hingga masuk waktu maghrib bahkan isya, sampai akhirnya saya berpamitan sesaat menjelang keberangkatan kereta Lodaya yang akan meninggalkan Bandung.</p>
<p>***</p>
<p>Pak Syahroni yang kini bertempat tinggal di daerah Soreang, Bandung, bersama seorang istri dan ketiga anaknya itu rupanya seorang yang sederhana tapi berwawasan cukup luas. Meski sehari-harinya bertugas mengurusi dan menjaga mushola, namun beliau sering diminta untuk mengisi pengajian agama di lingkungan pegawai stasiun Bandung. Di kampungnya pun beliau membantu memberi pengajaran agama kepada sekitar 40 orang anak-anak di lingkungan rumah tinggalnya. Semuanya dilakukan semata-mata untuk tujuan ibadah tanpa berharap imbalan, alias dilakukannya dengan gratis. Di kampungnya pula pak Syahroni sering terlibat dan dipercaya mengisi kegiatan keagamaan.</p>
<p>Sudah 18 tahun pak Syahroni (kini berusia 45 tahun) menekuni pekerjaannya sebagai penjaga mushola stasiun tanpa pernah mengeluh. Tanpa gaji, tanpa honor, dan satu-satunya sumber penghasilannya adalah dari pemasukan kotak infak mushola stasiun yang dibagi dua dengan seorang teman kerjanya sesama penjaga mushola (yang juga pernah saya kenal, bernama pak Nanang). Hasil infak itu pun masih dipakai sebagiannya untuk biaya operasi mushola antara lain untuk perbaikan-perbaikan kecil, kebersihan, dsb. Bisa saya bayangkan, pasti tidak seberapa nilai &#8220;take home pay&#8221; yang bisa diperolehnya untuk menghidupi keluarganya.</p>
<p>Di balik semangatnya untuk terus ingin mengurus mushola dan menekuni pengabdian ibadahnya mengajarkan agama kepada siapapun tanpa berharap imbalan lebih, pak Syahroni memimpikan ingin pada suatu saat nanti bisa pergi menunaikan ibadah <a href="http://asrofi.web.id/tag/haji/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with haji">haji</a> ke tanah suci. Pak Syahroni menceritakan impiannya itu sambil tertawa, seolah menyadari bahwa impiannya itu memang sekedar impian yang nyaris tak mungkin bakal terwujud. Namun beliau sangat yakin bahwa jika Allah menghendaki maka tidak ada yang tidak mungkin. Bahkan saking kepinginnya untuk dapat pergi ke Mekkah, tanpa ragu-ragu setiap kali membicarakan tentang ibadah <a href="http://asrofi.web.id/tag/haji/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with haji">haji</a>, dengan percaya diri pak Syahroni mengatakan kepada siapapun: &#8220;Insya Allah tahun depan saya akan pergi ke tanah suci&#8221;. Kini entah sudah tahun ke berapa kalimat itu diwiridkannya. Tapi doanya tak pernah putus.</p>
<p>Tentu saja, saya harus memberi dorongan semangat kepada beliau. Bak seorang &#8220;tukang <a href="http://asrofi.web.id/tag/kompor/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with kompor">kompor</a>&#8221; (motivator, maksudnya), saya katakan : &#8220;Benar pak, jangan berhenti berharap dan berdoa. Insya Allah impian bapak akan terwujud. Dan, Insya Allah jika umur saya panjang, saya ingin menyaksikan bapak benar-benar berangkat ke tanah suci pada suatu saat nanti&#8221;.</p>
<p>***</p>
<p>Pengalaman sejenak bersama pak Syahroni itu saya tuliskan sebagai cersta (cerita status) di Facebook, sekedar ingin berbagi pengalaman kepada sahabat-sahabat saya di Facebook. Bunyi status saya begini:</p>
<p>Sdh 18 th ngurus mushola stasiun. Tanpa gaji ato honor, mlainkn hasil kotak infak. Pak Syahroni (45 th), asal Soreang, kpingin skali naik haji. Stiap thn mngatakn: &#8220;insya Allah thn depan ke tnh suci&#8221;. Kini entah sdh thn ke brp kalimat itu diwiridkan. Tp doanya tak pernah putus. Melihat niat tulusnya, kubilang: &#8220;Pak, insya Allah jika umur sy panjang, sy ingin mnyaksikan Bpk benar2 brngkat ke tanah suci&#8230;&#8221;. (02/08/2010)<br />
Setelah saya mem-posting status di Facebook itu, ternyata beberapa sahabat memberi respon yang di luar dugaan saya yang membuat saya merinding dan membangkitkan semangat. Beberapa sahabat malah berniat ingin menyumbangkan sejumlah dana untuk pak Syahroni. Maka kutulis cerita status berikutnya:</p>
<p>Awalnya hnya ingin sharing pngalaman &#8217;3 jam brsama sang penjaga mushola&#8217; di stasun Bandung. Pak Syahroni, pnjaga mushola itu ingin skali naik haji, tp satu2nya smber pnghasilan adlh kotak infak. Sy lalu mnjelma mnjd &#8220;tukang kompor&#8221;. Sy yakinkan: &#8220;Insya Allah, niat Bpk akn terwujud. Jngn brhenti berdoa&#8221;. Respon rekan2 sungguh mmbuat sy merinding, ketika ada 4 rekan berniat sedekah @Rp 1 juta. (03/08/2010)</p>
<p>Sebenarnya saya sendiri tidak pernah berencana membantu pak Syahroni dari sisi materi, melainkan dalam hati saya berniat membantunya dengan doa. Maka saya pun menuliskan cerita status berikutnya:</p>
<p>Msh ttg impian pak Syahroni (18 th mjd pnjaga, muadzin &amp; imam mushola stasiun Bandung) utk naik haji, sdg pnghsilannya hnya dr kotak infak. Sy tdk prnah brencana mmbantu kcuali dg doa, tdk jg prnh brniat mnggalang dana apalg jd Panitia. Tp mmbaca respon para sahabat, sy jd brgairah spt ktika mlm Jum&#8217;at tiba (utk lbh bnyak tadarus, maksudnya) &amp; adrenalin sy mningkat spt ktika mndaki gunung. (03/08/2010)</p>
<p>Siang tadi sy bicara via telp dg pak Syahroni. Trdengar dr bicaranya beliau terkejut, dgn terbata2 mngucap syukur &amp; &#8216;hatur nuhun&#8217;. Sgr akan dibuka Tabungan Haji a/n beliau, shg siapapun yg berniat sedekah utk pak Syahroni, tinggal transfer ke rek tsb (boleh jg via sy). Ini akan mnjd bukti ksungguhan seorg hamba utk mmnuhi undangan Khaliknya. Kekurangannya biar Sang Pengundang yg mnggenapi. (03/08/2010)</p>
<p>Pak Syahroni ini memang bukan apa-apa saya, selain sekedar seseorang yang baru saya kenal di stasiun Bandung. Namun semangatnya untuk bisa menunaikan ibadah haji sungguh sangat menginspirasi, bahkan di mata sahabat-sahabat saya yang tersentuh hatinya untuk berempati kepada pak Syahroni. Kemudian saya pun menuliskan cerita status berikutnya:</p>
<p>Prlu dketahui bhw pak Syahroni ini bkn apa2 sy. Ttangga bkn, famili apalg, teman jg br kenal, tinggalnya pun jauh. Tapi kesungguhan &amp; ketulusan niatnya utk pergi haji benar2 mnginspirasi sy. Klo ada yg tanya knapa mau repot2 mmbantunya? Sy tdk tahu. Smua trjd bgitu sj tnpa prnah sy rencana. Brngkali itulah jln rejeki bg pak Syahroni.. &#8220;min khoitsu laa yahtasiib (dr sumber yg tak trduga)&#8221;. (04/08/2010)</p>
<p>Hingga akhirnya atas bantuan seorang teman di Bandung, pak Syahroni telah membuka rekening Tabungan Haji. Saya tuliskan dalam cerita status saya:</p>
<blockquote><p>Mmfasilitasi semangat brsedekah rekan2 FB utk pak Syahroni, pnjaga mushola stasiun Bdg (lihat status2 sy sblmnya). <strong>Hr ini telah dibuka rekening Tabungan Haji a/n Pak Syahroni di bank <span style="color: #ff0000;">Mandiri No. Rek. 132-00-1019316-8</span>, dg setoran awal Rp 8,5 jt. Sy pesankan kpd beliau: &#8220;Jaga niat seolah2 bpk akn sgr brngkt ke tanah suci&#8230;. Tabunglah brppun rejeki yg bpk ada &amp; tdk usah dipikir kurangnya, biar Allah swt yg menggenapi&#8230;&#8221;. (09/08/2010)</strong></p></blockquote>
<p>Alhamdulillah, hingga saat ini telah terkumpul saldo sejumlah Rp 9,5 juta di rekening Tabungan Haji pak Syahroni. Memang masih jauh dari jumlah minimal yang diperlukan untuk memperoleh nomor urut daftar tunggu.</p>
<p>Ucapan terima kasih ingin saya sampaikan kepada segenap sahabat yang dengan niat tulus ikhlasnya mentransfer sejumlah dana untuk pak Syahroni. Bukan soal jumlah rupiahnya, melainkan berapapun nilai sedekah itu, insya Allah akan menjadi pembuka jalan bagi terwujudnya mimpi pak Syahroni untuk berkunjung ke tanah suci, entah kapan hal itu akan menjadi kenyataan. Semoga semua kebaikan para sahabat itu akan memperoleh balasan yang jauh lebih baik dari Allah swt. Amin.</p>
<p>NB : Jika masih ada sahabat yang ingin bersedekah untuk pak Syahroni, silakan mentransfer dananya, bisa melalui saya atau langsung ke no. rekening yang tertulis di atas dan tolong kesediannya untuk mengkonfirmasi kepada saya agar saya dapat membantu memonitornya.</p>
<p>Yogyakarta, 29 Agustus 2010<br />
Yusuf Iskandar</p>
<p><a style="color: #2a5db0;" href="http://yiskandar.wordpress.com/" target="_blank">http://yiskandar.wordpress.com</a><br />
<a style="color: #2a5db0;" href="http://madurejo.wordpress.com/" target="_blank">http://madurejo.wordpress.com</a></p>
<p>Baca juga! : <strong><a href="http://asrofi.web.id/jabon/">Jabon sebagai alternatif investasi dalam pertanian</a></strong></p>
<h2  class="related_post_title">Artikel Lain</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://asrofi.web.id/saya-tunduk-kepada-tuhan-yang-menciptakan-dunia-ini/" title="Saya tunduk kepada Tuhan yang menciptakan dunia ini">Saya tunduk kepada Tuhan yang menciptakan dunia ini</a></li><li><a href="http://asrofi.web.id/kamera-obscura-yang-mengubah-dunia/" title="Kamera Obscura yang Mengubah Dunia">Kamera Obscura yang Mengubah Dunia</a></li><li><a href="http://asrofi.web.id/buang-air-kecil-yang-sehat/" title="Buang Air Kecil Yang Sehat">Buang Air Kecil Yang Sehat</a></li><li><a href="http://asrofi.web.id/mendagri-jerman-serukan-pengakuan-resmi-atas-agama-islam/" title="Mendagri Jerman Serukan Pengakuan Resmi atas Agama Islam">Mendagri Jerman Serukan Pengakuan Resmi atas Agama Islam</a></li></ul>
	Tags: <a href="http://asrofi.web.id/tag/haji/" title="haji" rel="tag">haji</a>, <a href="http://asrofi.web.id/tag/islam/" title="islam" rel="tag">islam</a>, <a href="http://asrofi.web.id/tag/khusnuzhon/" title="khusnuzhon" rel="tag">khusnuzhon</a>, <a href="http://asrofi.web.id/tag/positive-thinking/" title="positive thinking" rel="tag">positive thinking</a><br />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asrofi.web.id/sang-penjaga-mushola-yang-ingin-naik-haji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siswa SMK Bina Utama Kendal Ciptakan Kompor Tenaga Surya</title>
		<link>http://asrofi.web.id/siswa-smk-bina-utama-kendal-ciptakan-kompor-tenaga-surya/</link>
		<comments>http://asrofi.web.id/siswa-smk-bina-utama-kendal-ciptakan-kompor-tenaga-surya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Aug 2010 08:14:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asrofi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Social]]></category>
		<category><![CDATA[jabon]]></category>
		<category><![CDATA[jabon kendal]]></category>
		<category><![CDATA[Kendal]]></category>
		<category><![CDATA[kompor]]></category>
		<category><![CDATA[kompor gas]]></category>
		<category><![CDATA[kompor tenaga surya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asrofi.web.id/?p=481</guid>
		<description><![CDATA[<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://asrofi.web.id/siswa-smk-bina-utama-kendal-ciptakan-kompor-tenaga-surya/' addthis:title='Siswa SMK Bina Utama Kendal Ciptakan Kompor Tenaga Surya '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_button_google_plusone" g:plusone:size="medium"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>BANYAKNYA kasus  ledakan elpiji 13 kilogram, memotivasi beberapa siswa SMK Bina Utama Kendal untuk menciptakan sebuah inovasi pembuatan kompor bertenaga surya. Bahkan, kompor yang mulai dirakit sejak satu bulan lalu ini diklaim lebih aman, hemat energi dan efesien dibanding kompor gas dan kompor minyak tanah. Dikarenakan, selain bisa digunakan untuk menyalakan kompor, energi sisa yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://asrofi.web.id/siswa-smk-bina-utama-kendal-ciptakan-kompor-tenaga-surya/' addthis:title='Siswa SMK Bina Utama Kendal Ciptakan Kompor Tenaga Surya '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_button_google_plusone" g:plusone:size="medium"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div><p>BANYAKNYA kasus  ledakan elpiji 13 kilogram, memotivasi  beberapa siswa SMK Bina Utama <a href="http://asrofi.web.id/tag/kendal/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Kendal">Kendal</a> untuk menciptakan sebuah inovasi  pembuatan kompor bertenaga surya. Bahkan, kompor yang mulai dirakit  sejak satu bulan lalu ini diklaim lebih aman, hemat energi dan efesien  dibanding kompor gas dan kompor minyak tanah.</p>
<p>Dikarenakan, selain bisa digunakan untuk menyalakan kompor, energi sisa  yang didapat dari matahari, bisa digunakan untuk penggunaan  barang-barang elektronik lain seperti televisi, radio, strika dan  sebagainya.<br />
Seperti disampaikan Muhajirin, guru mata pelajaran Teknik Kendaraan  Ringan SMK Bina Utama yang menjadi pendamping siswa, ide pembuatan  <a href="http://asrofi.web.id/tag/kompor-tenaga-surya/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with kompor tenaga surya">kompor tenaga surya</a> ini muncul dari siswa kelas tiga di sekolahnya.</p>
<p>“Dengan banyaknya kasus ledakan kompor gas, beberapa siswa mengusulkan  untuk merancang sebuah kompor dari energi matahari. Karena fasilitas di  sekolah ada, maka kita secara bersama-sama terlibat untuk  menciptakannya. Dan hasilnya cukup memuaskan karena bisa dimanfaatkan,”  katanya ketika ditemui di acara Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi  Nasional 2010 di Pendapa Kabupaten Kendal, Senin kemarin (9/8).<br />
Rp 3 Juta Menurutnya, untuk merancang satu komponen kompor tenaga surya dengan  standar minimal, dibutuhkan biaya sekitar Rp 3 juta. Sementara untuk  perakitan komponen yang tenaga listriknya bisa digunakan untuk kebutuhan  rumah tangga lain, dibutuhkan biaya sekitar Rp 5 juta.</p>
<p>“Untuk kompornya, bisa menggunakan kompor listrik yang sudah ada di  pasaran. Yang kita rakit adalah komponen penyimpan daya dari sumber  matahari, agar bisa digunakan sebagai energi menghidupkan kompor  listrik. Salah satu alat yang dibutuhkan yaitu Solar Sell sebagai  penyerap energi matahari yang nantinya akan diubah menjadi energi  listrik,” papar dia.</p>
<p>Sementara, Tomi Saptio, siswa kelas III SMK Bina Utama yang dipercaya  sebagai leader dalam perakitan kompor tenaga surya menambahkan, untuk  menyimpan tenaga surya sebelum digunakan sebagai energi pemanas kompor  dibutuhkan waktu sekitar tiga jam.</p>
<p>“Nantinya, energi matahari yang diserap dengan Solar Sell akan disimpan  di dalam baterai. Sehingga juga bisa digunakan saat malam hari,” kata  siswa yang mengaku bisa merakit komponen kompor tersebut dalam 20 menit.</p>
<p>“Pada siang hari, tenaga surya yang bisa diserap dan diubah menjadi  tenaga listrik mencapai 90 volt. Sementara sore hari, hanya bisa  mencapai 14 volt. Tenaga yang dibutuhkan untuk satu kompor 13 volt,”  jelasnya.</p>
<p>Ditambahkan, kompor tenaga surya rakitan siswa mampu bertahan hingga 20  tahun pemakaian. Karena masih dalam tahap finishing, kompor tenaga surya  ini, katanya, belum diproduksi secara massal.<br />
“Pasalnya biaya yang dibutuhkan besar maka kita masih melayani pesanan  saja. Selain aman dan hemat energi, kompor tenaga surya ini juga cepat  panas,” jelasnya.</p>
<p>Best Regards,</p>
<p><span style="font-size: small;">Disampaikan oleh Ery  Wijaya</span><span style="font-size: x-small;"><span style="color: #0000ff; font-family: bookman old style,new york,times,serif;"> (http://erywijaya.wordpress.com , </span><span style="font-family: bookman old style,new york,times,serif;">http://energyplanning.wordpress.co) di Mailinglist Kendal Online (www.kendalonline.net)</span></span></p>
<p><span style="font-size: x-small;"><span style="font-family: bookman old style,new york,times,serif;">Baca juga : </span></span><a title="Jabon" href="http://asrofi.web.id/jabon/">Jabon sebagai alternatif investasi dalam pertanian</a></p>
<h2  class="related_post_title">Artikel Lain</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://asrofi.web.id/jabon/" title="Jabon sebagai alternatif investasi dalam pertanian">Jabon sebagai alternatif investasi dalam pertanian</a></li><li><a href="http://asrofi.web.id/kebun-jabon/" title="Kebun Jabon">Kebun Jabon</a></li><li><a href="http://asrofi.web.id/sengon/" title="Sengon">Sengon</a></li><li><a href="http://asrofi.web.id/jual-tanah-kebun-murah/" title="Jual Tanah Kebun Murah">Jual Tanah Kebun Murah</a></li><li><a href="http://asrofi.web.id/jual-kebun-sengon/" title="Jual Kebun Sengon">Jual Kebun Sengon</a></li></ul>
	Tags: <a href="http://asrofi.web.id/tag/jabon/" title="jabon" rel="tag">jabon</a>, <a href="http://asrofi.web.id/tag/jabon-kendal/" title="jabon kendal" rel="tag">jabon kendal</a>, <a href="http://asrofi.web.id/tag/kendal/" title="Kendal" rel="tag">Kendal</a>, <a href="http://asrofi.web.id/tag/kompor/" title="kompor" rel="tag">kompor</a>, <a href="http://asrofi.web.id/tag/kompor-gas/" title="kompor gas" rel="tag">kompor gas</a>, <a href="http://asrofi.web.id/tag/kompor-tenaga-surya/" title="kompor tenaga surya" rel="tag">kompor tenaga surya</a><br />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asrofi.web.id/siswa-smk-bina-utama-kendal-ciptakan-kompor-tenaga-surya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kamera Obscura yang Mengubah Dunia</title>
		<link>http://asrofi.web.id/kamera-obscura-yang-mengubah-dunia/</link>
		<comments>http://asrofi.web.id/kamera-obscura-yang-mengubah-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Apr 2010 05:28:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asrofi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[kamera]]></category>
		<category><![CDATA[kemajuan islam]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asrofi.web.id/?p=454</guid>
		<description><![CDATA[<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://asrofi.web.id/kamera-obscura-yang-mengubah-dunia/' addthis:title='Kamera Obscura yang Mengubah Dunia '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_button_google_plusone" g:plusone:size="medium"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>Surat kabar terkemuka di Inggris, The Independent pada edisi 11 Maret 2006 sempat menurunkan sebuah artikel yang sangat menarik bertajuk &#8221;Bagaimana para inventor muslim mengubah dunia.&#8221;  The Independent menyebut sekitar 20 penemuan penting para ilmuwan Muslim yang mampu mengubah peradaban umat manusia, salah satunya adalah penciptaan kamera obscura. Kamera  merupakan salah satu penemuan penting yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://asrofi.web.id/kamera-obscura-yang-mengubah-dunia/' addthis:title='Kamera Obscura yang Mengubah Dunia '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_button_google_plusone" g:plusone:size="medium"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div><p>Surat kabar terkemuka di Inggris, <em>The Independent</em> pada   edisi 11 Maret 2006 sempat menurunkan sebuah artikel yang sangat   menarik bertajuk &#8221;Bagaimana para inventor muslim mengubah dunia.&#8221;  <em>The  Independent</em> menyebut sekitar 20 penemuan penting para ilmuwan  Muslim yang mampu  mengubah peradaban umat manusia, salah satunya adalah  penciptaan <a href="http://asrofi.web.id/tag/kamera/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with kamera">kamera</a>  obscura.</p>
<p>Kamera  merupakan salah satu penemuan penting yang  dicapai umat  manusia. Lewat jepretan dan bidikan kamera, manusia bisa  merekam dan  mengabadikan beragam bentuk gambar mulai dari sel manusia  hingga  galaksi di luar angkasa. Teknologi pembuatan kamera, kini  dikuasai  peradaban Barat serta Jepang. Sehingga, banyak umat Muslim  yang  meyakini kamera berasal dari peradaban Barat.</p>
<p>Jauh sebelum  masyarakat Barat menemukannya, prinsip-prinsip dasar  pembuatan kamera  telah dicetuskan seorang sarjana Muslim sekitar 1.000  tahun silam.  Peletak prinsip kerja kamera itu adalah seorang saintis  legendaris  Muslim bernama Ibnu al-Haitham. Pada akhir abad ke-10 M,   al-Haitham  berhasil menemukan sebuah kamera obscura.</p>
<p>Itulah salah satu  karya al-Haitham yang paling menumental. Penemuan  yang sangat  inspiratif itu berhasil dilakukan al-Haithan bersama  Kamaluddin  al-Farisi. Keduanya berhasil meneliti dan merekam fenomena  kamera  obscura. Penemuan itu berawal ketika keduanya mempelajari  gerhana  matahari. Untuk mempelajari fenomena gerhana, Al-Haitham  membuat lubang  kecil pada dinding yang memungkinkan citra matahari semi  nyata  diproyeksikan melalui permukaan datar.</p>
<p>Kajian ilmu optik berupa  kamera obscura itulah yang mendasari  kinerja kamera yang saat ini  digunakan umat manusia. Oleh kamus  Webster, fenomena ini secara harfiah  diartikan sebagai &#8221;ruang gelap&#8221;.  Biasanya bentuknya berupa kertas  kardus dengan lubang kecil untuk  masuknya cahaya. Teori yang dipecahkan  Al-Haitham itu telah mengilhami  penemuan film yang kemudiannya  disambung-sambung dan dimainkan kepada  para penonton.</p>
<p>&#8220;Kamera  obscura pertama kali dibuat ilmuwan Muslim, Abu Ali  Al-Hasan Ibnu  al-Haitham, yang lahir di Basra (965-1039 M),&#8221; ungkap  Nicholas J Wade  dan Stanley Finger dalam karyanya berjudul  <em>The eye  as an optical instrument: from camera obscura to Helmholtz&#8217;s  perspective.</em></p>
<p>Dunia mengenal al-Haitham sebagai perintis di bidang optik yang  terkenal lewat bukunya bertajuk  <em>Kitab al-Manazir</em> (Buku optik).  Untuk membuktikan teori-teori dalam bukunya itu, sang fisikawan Muslim  legendaris itu lalu menyusun  <em>Al-Bayt Al-Muzlim</em> atau lebih  dikenal dengan sebutan kamera obscura, atau  kamar gelap.</p>
<p>Bradley Steffens dalam karyanya berjudul  <em>Ibn al-Haytham:First  Scientist</em> mengungkapkan bahwa  <em>Kitab al-Manazir</em> merupakan  buku pertama yang menjelaskan prinsip kerja kamera obscura.  &#8220;Dia  merupakan ilmuwan pertama yang berhasil memproyeksikan seluruh  gambar  dari luar rumah ke dalam gambar dengan kamera obscura,&#8221; papar  Bradley.</p>
<p>Istilah kamera obscura yang ditemukan al-Haitham pun  diperkenalkan  di Barat sekitar abad ke-16 M. Lima abad setelah penemuan  kamera  obscura, Cardano Geronimo (1501 -1576), yang terpengaruh  pemikiran  al-Haitham mulai mengganti lobang bidik lensa dengan lensa  (camera).</p>
<p>Setelah itu,  penggunaan lensa pada kamera onscura  juga dilakukan  Giovanni Batista della Porta (1535–1615 M). Ada pula  yang menyebutkan  bahwa istilah kamera obscura yang ditemukan al-Haitham  pertama kali  diperkenalkan di Barat oleh Joseph Kepler (1571 &#8211; 1630 M).  Kepler  meningkatkan fungsi kamera itu dengan menggunakan lensa negatif  di  belakang lensa positif, sehingga dapat memperbesar proyeksi gambar   (prinsip digunakan dalam dunia lensa foto jarak jauh modern).</p>
<p>Setelah  itu, Robert Boyle (1627-1691 M), mulai menyusun kamera yang  berbentuk  kecil, tanpa kabel, jenisnya kotak kamera obscura pada  1665  M.   Setelah 900 tahun dari penemuan al-Haitham pelat-pelat foto  pertama  kali digunakan secara permanen untuk menangkap gambar yang  dihasilkan  oleh kamera obscura. Foto permanen pertama diambil oleh  Joseph  Nicephore Niepce di Prancis pada 1827.</p>
<p>Tahun 1855, Roger Fenton  menggunakan plat kaca negatif untuk  mengambil gambar dari tentara  Inggris selama Perang Crimean. Dia  mengembangkan plat-plat dalam  perjalanan kamar gelapnya &#8211; yang  dikonversi gerbong. Tahun 1888, George  Eastman mengembangkan prinsip  kerja kamera obscura ciptaan al-Hitham  dengan baik sekali. Eastman  menciptakan kamera kodak. Sejak itulah,  kamera terus berubah mengikuti  perkembangan teknologi.</p>
<p>Sebuah  versi kamera obscura digunakan dalam Perang Dunia I untuk  melihat  pesawat terbang dan pengukuran kinerja. Pada Perang Dunia  II  kamera  obscura juga digunakan untuk memeriksa keakuratan navigasi  perangkat  radio. Begitulah penciptaan kamera obscura yang dicapai  al-Haitham  mampu mengubah peradaban dunia.</p>
<p>Peradaban dunia modern tentu  sangat berutang budi kepada ahli  fisika Muslim yang lahir di Kota  Basrah, Irak. Al-Haitham selama  hidupnya telah menulis lebih dari 200  karya ilmiah. Semua  didedikasikannya untuk kemajuan peradaban manusia.   Sayangnya, umat  Muslim lebih terpesona pada pencapaian teknologi Barat,  sehingga kurang  menghargai dan mengapresiasi pencapaian ilmuwan Muslim  di era kejayaan  Islam.</p>
<p><strong>Sejarah Sang Penemu Kamera Obscura</strong></p>
<p><img src="http://republika.co.id/images/news/new2009/alhaitam.jpg" border="0" alt="" />Tahukah Anda, kata kamera yang digunakan saat ini berasal  dari bahasa Arab, yakni  <em>qamara</em> ?  Istilah itu muncul berkat  kerja keras al-Hatham. Bapak fisika modern  itu   terlahir dengan nama  Abu Ali al-Hasan Ibnu al-Hasan Ibnu  al-Haitham di Kota Basrah, Persia,  saat Dinasti Buwaih dari Persia  menguasai Kekhalifahan Abbasiyah.</p>
<p>Sejak kecil al-Haitham  ydikenal berotak encer. Ia  menempuh  pendidikan pertamanya di tanah  kelahirannya. Beranjak dewasa ia  merintis kariernya sebagai pegawai  <a href="http://asrofi.web.id/tag/pemerintah/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with pemerintah">pemerintah</a> di Basrah. Namun,  Al-Haitham lebih tertarik untuk menimba  ilmu dari pada menjadi pegawai  <a href="http://asrofi.web.id/tag/pemerintah/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with pemerintah">pemerintah</a>. Setelah itu, ia merantau ke  Ahwaz dan metropolis  intelektual dunia saat itu yakni kota Baghdad. Di  kedua kota itu ia  menimba beragam ilmu. Ghirah keilmuannya yang tinggi  membawanya  terdampar hingga ke Mesir.</p>
<p>Al-Haitham pun sempat  mengenyam pendidikan di Universitas al-Azhar  yang didirikan  Kekhalifahan Fatimiyah. Setelah itu, secara otodidak, ia  mempelajari  hingga menguasai beragam disiplin ilmu seperti ilmu falak,  matematika,  geometri, pengobatan, fisika, dan filsafat.</p>
<p>Secara serius dia  mengkaji dan mempelajari seluk-beluk ilmu optik.  Beragam teori tentang  ilmu optik telah dilahirkan dan dicetuskannya.  Dialah orang pertama  yang menulis dan menemukan pelbagai data penting  mengenai cahaya.  Konon, dia telah menulis tak kurang dari 200 judul  buku.</p>
<p>Dalam  salah satu kitab yang ditulisnya, Alhazen &#8211; begitu dunia  Barat  menyebutnya &#8211; juga menjelaskan tentang ragam cahaya yang muncul  saat  matahari terbenam. Ia pun mencetuskan teori tentang berbagai macam   fenomena fisik seperti bayangan, gerhana, dan juga pelangi.</p>
<p>Keberhasilan  lainnya yang terbilang fenomenal adalah kemampuannya  menggambarkan  indra penglihatan manusia secara detail. Tak heran, jika  &#8216;Bapak Optik&#8217;  dunia itu mampu memecahkan rekor sebagai orang pertama  yang  menggambarkan seluruh detil bagian indra pengelihatan manusia.  Hebatnya  lagi, ia mampu menjelaskan secara ilmiah proses bagaimana  manusia bisa  melihat.</p>
<p>Teori yang dilahirkannya juga mampu mematahkan teori  penglihatan  yang diajukan dua ilmuwan Yunani, Ptolemy dan Euclid. Kedua  ilmuwan ini  menyatakan bahwa manusia bisa melihat karena ada cahaya  keluar dari  mata yang mengenai objek. Berbeda dengan keduanya, Ibnu  Haytham  mengoreksi teori ini dengan menyatakan bahwa justru objek yang   dilihatlah yang mengeluarkan cahaya yang kemudian ditangkap mata   sehingga bisa terlihat.</p>
<p>Secara detail, Al-Haitham pun  menjelaskan sistem penglihatan mulai  dari kinerja syaraf di otak hingga  kinerja mata itu sendiri. Ia juga  menjelaskan secara detil bagian dan  fungsi mata seperti konjungtiva,  iris, kornea, lensa, dan menjelaskan  peranan masing-masing terhadap  penglihatan manusia. Hasil penelitian  Al-Haitham itu lalu dikembangkan  Ibnu Firnas di Spanyol dengan membuat  kaca mata.</p>
<p>Dalam buku lainnya yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris berjudul   <em>Light On Twilight Phenomena,</em> al-Haitham membahas mengenai  senja dan lingkaran cahaya di sekitar bulan dan matahari serta  bayang-bayang dan gerhana.</p>
<p>Menurut  Al-Haitham, cahaya fajar bermula apabila matahari berada di  garis 19  derajat ufuk timur. Warna merah pada senja akan hilang  apabila matahari  berada di garis 19 derajat ufuk barat. Ia pun  menghasilkan kedudukan  cahaya seperti bias cahaya dan pembalikan  cahaya.</p>
<p>Al-Haitham  juga mencetuskan teori lensa pembesar. Teori itu  digunakan para saintis  di Italia untuk menghasilkan kaca pembesar  pertama di dunia. Sayangnya,  hanya sedikit yang terisa. Bahkan karya  monumentalnya, Kitab  <em>al-Manazhir</em> , tidak diketahui lagi  keberadaannya. Orang hanya bisa mempelajari  terjemahannya yang ditulis  dalam bahasa Latin.   she/desy  susilawati/heri ruslan.</p>
<address><span style="text-decoration: underline;">Artikel ini sepenuhnya saya salin dari http://main.man3malang.com/index.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=2077</span></address>
<h2  class="related_post_title">Artikel Lain</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://asrofi.web.id/saya-tunduk-kepada-tuhan-yang-menciptakan-dunia-ini/" title="Saya tunduk kepada Tuhan yang menciptakan dunia ini">Saya tunduk kepada Tuhan yang menciptakan dunia ini</a></li><li><a href="http://asrofi.web.id/teori-cinta-bagian-pertama-antara-cinta-dan-perkawinan/" title="Teori Cinta Bagian Pertama:  Antara Cinta dan Perkawinan">Teori Cinta Bagian Pertama:  Antara Cinta dan Perkawinan</a></li><li><a href="http://asrofi.web.id/sang-penjaga-mushola-yang-ingin-naik-haji/" title="Sang Penjaga Mushola Yang Ingin Naik Haji">Sang Penjaga Mushola Yang Ingin Naik Haji</a></li><li><a href="http://asrofi.web.id/buang-air-kecil-yang-sehat/" title="Buang Air Kecil Yang Sehat">Buang Air Kecil Yang Sehat</a></li><li><a href="http://asrofi.web.id/mendagri-jerman-serukan-pengakuan-resmi-atas-agama-islam/" title="Mendagri Jerman Serukan Pengakuan Resmi atas Agama Islam">Mendagri Jerman Serukan Pengakuan Resmi atas Agama Islam</a></li></ul>
	Tags: <a href="http://asrofi.web.id/tag/islam/" title="islam" rel="tag">islam</a>, <a href="http://asrofi.web.id/tag/kamera/" title="kamera" rel="tag">kamera</a>, <a href="http://asrofi.web.id/tag/kemajuan-islam/" title="kemajuan islam" rel="tag">kemajuan islam</a>, <a href="http://asrofi.web.id/tag/pendidikan/" title="Pendidikan" rel="tag">Pendidikan</a>, <a href="http://asrofi.web.id/tag/tokoh-islam/" title="tokoh islam" rel="tag">tokoh islam</a><br />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asrofi.web.id/kamera-obscura-yang-mengubah-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ITC NET</title>
		<link>http://asrofi.web.id/itc-net/</link>
		<comments>http://asrofi.web.id/itc-net/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 22:22:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asrofi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asrofi.web.id/?p=423</guid>
		<description><![CDATA[<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://asrofi.web.id/itc-net/' addthis:title='ITC NET '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_button_google_plusone" g:plusone:size="medium"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>Artikel Paling RameSiapa Profile Limbad The Master RCTI?Cleopatra Stratan &#8211; Penyanyi Berusia 3 Tahun dengan Gaji 1000€ per laguJabon sebagai alternatif investasi dalam pertanianDarul AmanahJual Kebun SengonNo tags for this post.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://asrofi.web.id/itc-net/' addthis:title='ITC NET '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_button_google_plusone" g:plusone:size="medium"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div><p><img class="alignnone size-full wp-image-424" title="ITC NET" src="http://asrofi.web.id/wp-content/uploads/2009/12/Sma-Negeri-1-Sukorejo.JPG" alt="ITC NET" width="609" height="409" /></p>
<h2  class="related_post_title">Artikel Paling Rame</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://asrofi.web.id/siapa-limbad-the-master-rcti/" title="Siapa Profile Limbad The Master RCTI?">Siapa Profile Limbad The Master RCTI?</a></li><li><a href="http://asrofi.web.id/cleopatra-stratan-penyanyi-berusia-3-tahun-dengan-gaji-1000e-per-lagu/" title="Cleopatra Stratan &#8211; Penyanyi Berusia 3 Tahun dengan Gaji 1000€ per lagu">Cleopatra Stratan &#8211; Penyanyi Berusia 3 Tahun dengan Gaji 1000€ per lagu</a></li><li><a href="http://asrofi.web.id/jabon/" title="Jabon sebagai alternatif investasi dalam pertanian">Jabon sebagai alternatif investasi dalam pertanian</a></li><li><a href="http://asrofi.web.id/darul-amanah/" title="Darul Amanah">Darul Amanah</a></li><li><a href="http://asrofi.web.id/jual-kebun-sengon/" title="Jual Kebun Sengon">Jual Kebun Sengon</a></li></ul>No tags for this post.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asrofi.web.id/itc-net/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Resensi Buku &#8216;The Indonesian Dream&#8217; DR. Elwin Tobing</title>
		<link>http://asrofi.web.id/resensi-buku-the-indonesian-dream-dr-elwin-tobing/</link>
		<comments>http://asrofi.web.id/resensi-buku-the-indonesian-dream-dr-elwin-tobing/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 12:19:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asrofi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[The Indonesian Dream]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asrofi.web.id/?p=408</guid>
		<description><![CDATA[<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://asrofi.web.id/resensi-buku-the-indonesian-dream-dr-elwin-tobing/' addthis:title='Resensi Buku &#8216;The Indonesian Dream&#8217; DR. Elwin Tobing '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_button_google_plusone" g:plusone:size="medium"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>Meraih Mimpi dalam Bingkai Retak SEBAGIAN orang mungkin akan langsung berkata bahwa ”mimpi Indonesia” merupakan sesuatu yang asing dan jarang terdengar atau dibicarakan. Karena itu, mereka mungkin akan bertanya: apakah Indonesia punya mimpi? Jawabannya ”punya”,dan itu tertulis di dalam Pembukaan UUD 45, yakni ”Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur” dan ”yang sejahtera, cerdas, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://asrofi.web.id/resensi-buku-the-indonesian-dream-dr-elwin-tobing/' addthis:title='Resensi Buku &#8216;The Indonesian Dream&#8217; DR. Elwin Tobing '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_button_google_plusone" g:plusone:size="medium"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div><p>Meraih Mimpi dalam Bingkai Retak</p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-409" title="The-Indonesian-Dream-dr-elwin-tobing" src="http://asrofi.web.id/wp-content/uploads/2009/10/The-Indonesian-Dream-dr-elwin-tobing-150x150.jpg" alt="The-Indonesian-Dream-dr-elwin-tobing" width="150" height="150" />SEBAGIAN orang mungkin akan langsung berkata bahwa ”<a href="http://asrofi.web.id/tag/mimpi-indonesia/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with mimpi Indonesia">mimpi Indonesia</a>” merupakan sesuatu yang asing dan jarang terdengar atau dibicarakan.</p>
<p>Karena itu, mereka mungkin akan bertanya: apakah Indonesia punya mimpi? Jawabannya ”punya”,dan itu tertulis di dalam Pembukaan UUD 45, yakni ”Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur” dan ”yang sejahtera, cerdas, dan yang berperan serta di tengah pergaulan internasional”.</p>
<p>Terkait itu mungkin kita setuju bahwa sebagian dari mimpi itu kini sudah tercapai yakni merdeka,berdaulat, bersatu,dan berperan serta secara aktif di tengah pergaulan internasional. Tetapi adil dan makmur, sejahtera, cerdas, agaknya masih jauh dari kenyataan. Inilah persoalan besar kita.Menurut Elwin Tobing, penulis buku ini, persatuan merupakan prasyarat untuk meraih mimpi itu.</p>
<p>Celakanya, persatuan itulah yang kini menjadi masalah karena Indonesia dewasa ini adalah Indonesia yang rapuh. Bagaimana mungkin Indonesia dapat menjadi bangsa yang unggul jika rakyatnya tidak dapat dipersatukan? Secara teritorial Indonesia mungkin akan terus bersatu, namun ikatan-ikatan <a href="http://asrofi.web.id/tag/sosial/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with sosial">sosial</a> <a href="http://asrofi.web.id/tag/politik/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with politik">politik</a> yang mempersatukan rakyatnya yang beraneka ragam selama ini perlahan kian melemah.</p>
<p>Kebinekaan Indonesia kini mulai retak di sana-sini. Ini bukan saja membuat Indonesia menjadi bangsa yang sulit maju, bahkan juga terancam disintegrasi (hlm 69). Kalau kita tak mau Indonesia menjadi ”negara gagal”, perubahan paradigma di tengah proses pembangunan bangsa ini ke depan diperlukan.</p>
<p>Untuk membangun bangsa yang kompetitif, tak bisa tidak, setiap warga di negara ini harus dibentuk menjadi individu individu yang kompetitif pula. Untuk itu setiap orang harus memiliki pikiran yang kritis, sementara kebudayaan masyarakat juga harus mendukung terciptanya iklim yang kompetitif tersebut.</p>
<p>Bagaimana caranya? Ilmu pengetahuan harus dikuasai dan inovasi-inovasi harus digencarkan. Namun, hal itu hanya bisa dicapai jika ada kondisi di mana masyarakat selalu ”lapar” akan pengetahuan dan terobsesi untuk maju dalam pendidikan.</p>
<p>Elwin Tobing,seorang warga negara Indonesia yang kini menjadi dosen bidang ekonomi di Universitas Azusa Pasific, California, Amerika Serikat itu, juga menyoroti faktor lain yang menyebabkan Indonesia sulit maju yakni mentalitas sebagian besar rakyat Indonesia yang selalu menganggap diri sebagai korban dari negaranegara maju maupun paham neolib.</p>
<p>Mentalitas seperti ini jelas harus dibuang jauh-jauh, diganti dengan optimisme dan keyakinan diri bahwa kita juga bisa. Selain pada kenyataannya kita tak mungkin menghindar dari keniscayaan berinteraksi dengan negara-negara lain, maju atau mundurnya negara kita terletak di tangan kita sendiri.</p>
<p>Elwin menekankan perlunya kita bekerja keras membangun toleransi beragama. Bagaimanapun, menurut dia, agama tetap penting dan bahkan merupakan faktor deterministik di dalam kehidupan kita. Karena itulah tak mungkin kita mengabaikannya begitu saja atau menganggapnya tidak penting.</p>
<p>Apalagi Indonesia adalah bangsa yang sangat religius.Untuk itulah diperlukan perubahan paradigma dalam beragama dan dalam melakukan dialog antarumat beragama, di samping juga perlu merumuskan ulang orientasi pendidikan agama di semua lembaga pendidikan (hlm 100-124).</p>
<p>Terkait itu patut disyukuri bahwa Indonesia kini telah menjadi negara demokratis secara prosedural dan struktural. Hal ini tentu dapat menjadi modal untuk membangun demokrasi di ranah budaya, yang meniscayakan bukan saja diakui dan dihayatinya kebebasan, tetapi juga toleransi karena bertumbuhnya kemampuan untuk menyikapi perbedaan secara wajar, juga kesetaraan dan nilai-nilai lainnya.</p>
<p>Selain itu,ada modal sosial yang harus dibangun. Itulah nilai ”trust” (kepercayaan) yang kian menghilang dari kehidupan kita di tengah kebersamaan (hlm 126-143). Boleh jadi menghilangnya ”trust” dikarenakan ”distrust” (kecurigaan) telah sekian lama menguasai hati dan pikiran kita.</p>
<p>Tak heran jika bingkai yang merekat kebersamaan kita selama ini mulai retak di sana-sini. Buku ini terdiri atas tiga bagian, yang masing-masingnya terdiri atas beberapa bab. Bagian Pertama berjudul ”A United Nation”,memaparkan fakta-fakta dan gambarangambaran tentang situasi dan kondisi bangsa Indonesia dewasa ini.</p>
<p>Bab Keenam,yang mengakhiri bagian ini, seakan mengajak kita untuk mengevaluasi sekaligus menyadari bahwa Indonesia kini tengah di ambang bahaya kolaps karena menguatnya intoleransi beragama. Bagian Kedua berjudul ”A Democratic Nation”, membahas tentang perkembangan yang berhasil dicapai Indonesia dalam demokrasi dan demokratisasi.</p>
<p>Ironisnya, politik semakin modern, namun distrustsemakin menguat di tengah kehidupan bermasyarakat. Tak dapat dipungkiri bahwa tingkat keanekaragaman bangsa Indonesia yang sangat tinggi juga turut menyumbang menguatnya ketidakpercayaan sosial tersebut. Bagian Ketiga berjudul ”A Confident and Competitive Nation”, menguraikan tentang hal-hal yang penting dan perlu dilakukan ke depan demi menjadikan Indonesia bangsa yang unggul dan kompetitif.</p>
<p>Pada intinya,buku ini menekankan perlunya perubahan-perubahan mendasar yang harus dilakukan jika Indonesia mau menjadi bangsa yang unggul dan kompetitif.Untuk itu,selain hal-hal yang telah disebut di atas, diperlukan perubahan dalam nilai-nilai yang kita hayati selama ini. Di sinilah signifikansinya membahas kebudayaan kita sebagai bangsa Indonesia.Persoalan nya, sudahkah kita memiliki ”kebudayaan nasional” yang betulbetul telah dijadikan pedoman oleh seluruh rakyat Indonesia? (*)</p>
<p>Victor Silaen,<br />
Dosen Fisipol UKI</p>
<h2  class="related_post_title">Artikel Paling Rame</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://asrofi.web.id/siapa-limbad-the-master-rcti/" title="Siapa Profile Limbad The Master RCTI?">Siapa Profile Limbad The Master RCTI?</a></li><li><a href="http://asrofi.web.id/cleopatra-stratan-penyanyi-berusia-3-tahun-dengan-gaji-1000e-per-lagu/" title="Cleopatra Stratan &#8211; Penyanyi Berusia 3 Tahun dengan Gaji 1000€ per lagu">Cleopatra Stratan &#8211; Penyanyi Berusia 3 Tahun dengan Gaji 1000€ per lagu</a></li><li><a href="http://asrofi.web.id/jabon/" title="Jabon sebagai alternatif investasi dalam pertanian">Jabon sebagai alternatif investasi dalam pertanian</a></li><li><a href="http://asrofi.web.id/darul-amanah/" title="Darul Amanah">Darul Amanah</a></li><li><a href="http://asrofi.web.id/jual-kebun-sengon/" title="Jual Kebun Sengon">Jual Kebun Sengon</a></li></ul>
	Tags: <a href="http://asrofi.web.id/tag/mimpi-indonesia/" title="mimpi Indonesia" rel="tag">mimpi Indonesia</a>, <a href="http://asrofi.web.id/tag/the-indonesian-dream/" title="The Indonesian Dream" rel="tag">The Indonesian Dream</a><br />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asrofi.web.id/resensi-buku-the-indonesian-dream-dr-elwin-tobing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Untuk Para Jomblo</title>
		<link>http://asrofi.web.id/tips-untuk-para-jomblo/</link>
		<comments>http://asrofi.web.id/tips-untuk-para-jomblo/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Oct 2009 04:30:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asrofi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[pasangan]]></category>
		<category><![CDATA[tips jodoh]]></category>
		<category><![CDATA[tips jomblo]]></category>
		<category><![CDATA[tips pra nikah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asrofi.web.id/?p=387</guid>
		<description><![CDATA[<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://asrofi.web.id/tips-untuk-para-jomblo/' addthis:title='Tips Untuk Para Jomblo '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_button_google_plusone" g:plusone:size="medium"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>Aha&#8230;&#8230; kamu jomblo ya?&#8230;&#8230; hihihihi. Oke jangan panik, aku juga jomblo kok &#8230;.. hauahhahaa,,, akan saya kasih tips buat para jomblo nih&#8230; tipsnya dijamin maknyus&#8230; OKay dee langsung aja ya.. Sering-sering aja ketemu Tuhan, mumpung belum punya pasangan, tar kalo dah punya pasangan pasangan kita bisa cemburu juga, atau bahkan kamu bisa lupa sama Tuhan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://asrofi.web.id/tips-untuk-para-jomblo/' addthis:title='Tips Untuk Para Jomblo '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_button_google_plusone" g:plusone:size="medium"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div><p>Aha&#8230;&#8230; kamu jomblo ya?&#8230;&#8230; hihihihi.</p>
<p>Oke jangan panik, aku juga jomblo kok &#8230;.. hauahhahaa,,, akan saya kasih tips buat para jomblo nih&#8230; tipsnya dijamin maknyus&#8230; OKay dee langsung aja ya..</p>
<ol>
<li>Sering-sering aja ketemu Tuhan, mumpung belum punya <a href="http://asrofi.web.id/tag/pasangan/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with pasangan">pasangan</a>, tar kalo dah punya <a href="http://asrofi.web.id/tag/pasangan/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with pasangan">pasangan</a> pasangan kita bisa cemburu juga, atau bahkan kamu bisa lupa sama Tuhan karena saking senengnya sama <a href="http://asrofi.web.id/tag/pasangan/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with pasangan">pasangan</a> kita.</li>
<li>Sering-seringlah ketemu Ibu kita, ia ibu kita.. dan juga ayah kita, karena tar kalo dah punya pasangan waktu kita untuk orang tua bakalan berkurang, bukannya orang tua kita juga berhak dekat dengan kita? toh mereka yang membuat kita (<em>maaf maksudnya bukan membuat ya&#8230; tahu sendiri ya&#8230;</em>)</li>
<li>Traktir ibu dan ayah.. makan2.. ke mana aja, yang kira2 orang tua kita suka, karena tar kalo dah punya pasangan kita bakal sering makan sama pasangan kita terus, takut lupa makan sama ortu loh..</li>
<li>Sering-sering aja main ke saudara ke temen-temen kita, temen-temen alumni, temen kerja dan temen di mana-mana, samperin aja. kenapa? karena nanti kalo udah punya istri, kita tidak akan bisa main ke tempat temen kalo ga ada perlu, biasanya seorang istri akan selalu menanyakan suaminya perihal pergi ke mana.. (selain itu main ke rumah temen juga bisa sekalian cari pasangan bukan?)</li>
<li>Ketika ada uang, Urusi hobi kita !   sesekali memanjakan diri tidak apa lah .. Beli sesuatu yang sangat kita  inginkan, misal pingin sekali punya laptop bagus, digital camera, mobil merek tertentu, motor merek tertentu atau pingin sekali beli helikopter misalkan, kalo dah punya istri hobi kita bakal dikritisi istri kita loh! Punya</li>
<li>Banyaklah bekerja&#8230; bekerja bekerja dan bekerja&#8230;. kenapa? nanti kalo dah nikah istri kita juga ga suka kita kerja terus2an mereka pingin kita selalu ada di sampingnya.. hihihi. Selain itu ya ngumpulin buat beli mahar lah&#8230; hihi.</li>
<li>Banyaklah bergadang&#8230;. tapi yang bermanfaat, yang bikin dapet duit misalnya. hahahaha.. karena kalo dah punya istri ga bakal boleh bergadang&#8230; tahu sendiri lah ya&#8230; (khusus yang ini sih opsional ja sih, jangan smape tar tua nyesel waktu muda ga pernah begadang&#8230; ckckckckk )</li>
<li>Enjoy aja&#8230;. ! ga perlu worry deh!&#8230;</li>
<li>Jangan lupa bagi2 duit ya!&#8230; selain orang tua kit ajuga perlu bagi kesenangan buat keponakan, sepupu, cucunya bibi kita, dan juga bagi duit buat para janda tua&#8230;</li>
<li>Terakhir&#8230;&#8230; CARI JODOH&#8230; kok terakhir? karena kalo 1 s/d 9 udah kita lakuin semua kemungkinan dah dapet jodoh&#8230;.. hihihii.</li>
</ol>
<h2  class="related_post_title">Artikel Paling Rame</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://asrofi.web.id/siapa-limbad-the-master-rcti/" title="Siapa Profile Limbad The Master RCTI?">Siapa Profile Limbad The Master RCTI?</a></li><li><a href="http://asrofi.web.id/cleopatra-stratan-penyanyi-berusia-3-tahun-dengan-gaji-1000e-per-lagu/" title="Cleopatra Stratan &#8211; Penyanyi Berusia 3 Tahun dengan Gaji 1000€ per lagu">Cleopatra Stratan &#8211; Penyanyi Berusia 3 Tahun dengan Gaji 1000€ per lagu</a></li><li><a href="http://asrofi.web.id/jabon/" title="Jabon sebagai alternatif investasi dalam pertanian">Jabon sebagai alternatif investasi dalam pertanian</a></li><li><a href="http://asrofi.web.id/darul-amanah/" title="Darul Amanah">Darul Amanah</a></li><li><a href="http://asrofi.web.id/jual-kebun-sengon/" title="Jual Kebun Sengon">Jual Kebun Sengon</a></li></ul>
	Tags: <a href="http://asrofi.web.id/tag/pasangan/" title="pasangan" rel="tag">pasangan</a>, <a href="http://asrofi.web.id/tag/tips-jodoh/" title="tips jodoh" rel="tag">tips jodoh</a>, <a href="http://asrofi.web.id/tag/tips-jomblo/" title="tips jomblo" rel="tag">tips jomblo</a>, <a href="http://asrofi.web.id/tag/tips-pra-nikah/" title="tips pra nikah" rel="tag">tips pra nikah</a><br />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asrofi.web.id/tips-untuk-para-jomblo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

