Asrofi – Blogger Semarang

Blogger Kendal Semarang Jawa Tengah

Muslim Cina Malaysia Akhirnya Akan Miliki Masjid Sendiri di Kuala Lumpur

Pemerintah Malaysia telah mengukuhkan tanah seluas 1.94 hektar di Jalan Davis, Kuala Lumpur, untuk pembangunan sebuah masjid bagi Muslim Cina.

Menteri Federal Wilayah dan Kesejahteraan Perkotaan Datuk Raja Nong Chik Raja Zainal Abidin mengatakan permintaan adanya masjid bagi komunitas muslim Ciba tersebut telah lama dilakukan oleh Asosiasi Muslim Cina Malaysia (MACMA).

“Saya mengajukan permintaan mereka kepada Perdana Menteri yang kemudian memberikan persetujuan,” kata Raja Nong Chik yang membuat pengumuman soal masjid muslim Cina pada halal bi halal yang diselenggarakan oleh MACMA, Federasi Asosiasi Cina Malaysia (Huazong) dan Pusat Studi Malaysia Cina (Huayan) yang diadakan di Kuala Lumpur.

“Ini akan menjadi masjid pertama untuk Muslim Cina Malaysia yang akan dibangun di Kuala Lumpur dan Selangor.

“Macma akan mengelola masjid ini dan akan menjadi poin penting untuk menarik wisatawan lain untuk belajar lebih banyak tentang budaya Tionghoa Muslim,” kata Raja Nong Chik.

Presiden Macma Malaysia Datuk Mustapha Ma mengatakan para arsitek sekarang bisa ikut dalam kompetisi untuk menyerahkan desain mereka untuk pembangunan masjid.

“Pemenang akan diumumkan pada bulan Februari tahun depan,” kata Mustapha, yang juga ketua mengorganisir acara.

Mustafa menambahkan bahwa Macma juga akan mempromosikan Malaysia sebagai surga makanan halal.

Raja Nong Chik mengatakan ada sekitar 57.000 Muslim Cina di Malaysia pada tahun 2000, namun angkanya semakin meningkat sekarang.

“Kesejahteraan bagi para mualaf adalah masalah yang dekat dengan hati saya, karena saya menikah dengan salah satunya.

“Apa jadinya keluarga saya tanpa istri ?” katanya memberikan sambutan.

Dia menambahkan bahwa tidak ada tempat bagi segala bentuk ekstremisme dan LSM seperti Macma, Huazong dan Huayan harus terus meningkatkan pemahaman agama dan etnis.

Para tamu, terdiri dari Muslim Cina, non-Muslim dan Melayu yang berjumlah sekitar 480 orang, disuguhi makan malam dengan hidangan halal ala Chinese Food.
(fq/thestar)

disalin sepenuhnya dari http://www.eramuslim.com/berita/dunia/muslim-cina-malaysia-akhirnya-miliki-masjid-sendiri.htm

Peneliti Asal Kendal Raih Penghargaan di Amerika Serikat

Berita ini sepenuhnya saya salin dari Vivanews.com

Ini merupakan penghargaan kedua bagi , peneliti laser plasma spectroscopy (Kamis, 23 September 2010, 13:24 WIB – Renne R.A Kawilarang – Vivanews)

Seorang mahasiswa Indonesia berhasil menerima bidang aplikasi Laser Plasma Spectroscopy atau Laser-Induced Breakdown Spectroscopy (LIBS) di Amerika Serikat (AS). Dia adalah Ali Khumaeni.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Osaka mengungkapkan bahwa peneliti asal berusia 27 tahun itu merupakan mahasiswa program master dari Universitas Fukui, Jepang. Makalah Khumaeni dianggap sebagai yang terbaik untuk kategori mahasiswa pasca sarjana di “6th International Conference on LIBS” di kota Memphis, Tennessee, AS, pada 13-17 September 2010.

“Konferensi Internasional LIBS merupakan konferensi terbesar bidang laser plasma spektroskopi yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali,” demikian siaran pers dari KJRI Osaka. Dalam konferensi tersebut, ratusan mahasiswa paskasarjana, para ahli LIBS, profesor, dan perusahaan yang bergerak di bidang optik, laser, dan imaging hadir untuk menyampaikan gagasan, ide dan perkembangan serta kemajuan hasil riset terkini bidang LIBS.

Makalah Khumaeni berjudul “Direct Analysis of Powder Sample Using Transversely Excited Atmospheric CO2 Laser-Induced Metal-Assisted Gas Plasma at 1 atm by Introducing the Powder Particles into the Plasma.” Artikel itu dinilai para juri dan ahli LIBS sebagai makalah dengan orisinalitas terbaik kedua.

Menurut Khumaeni, makalah tersebut juga akan dimuat di Jurnal Internasional Analytical and Bioanalytical Chemistry. “Ini adalah kali kedua setelah sebelumnya mendapatkan penghargaan sebagai Young Scientist Award dari International conference on laser probing di Nagoya, Jepang, pada Oktober 2008,” kata Khumaeni. “Saya sangat bersyukur hasil riset di lab mendapat pengakuan internasional.”

Selain di LIBS, Khumaeni telah banyak menulis di beberapa jurnal internasional tentang applied spectroscopy, fisika terapan, dan pendidikan fisika.

Bidang LIBS saat ini berkembang sangat pesat di Amerika dan Eropa. Di Asia, bidang ini mulai menarik perhatian para ilmuwan dari Jepang, Korea, China, dan Hong Kong. LIBS kini menjadi teknologi alternatif masa depan untuk analisis material semua fase baik padat, cair, maupun gas.

Menurut Khumaeni, LIBS mulai diaplikasikan sebagai metode analisis atom dan molekul dalam material di semua bidang termasuk pembangkit tenaga nuklir dan industri nuklir, polusi lingkungan, industri makanan, industri obat-obatan (farmasi dan kedokteran), pertanian dan perkebunan, arkeologi, thin film, forensik, safety and security, luar angkasa, dan lain-lain. (kd)

• VIVAnews